Primary tabs

Tips Merawat Lansia dalam Masa Pandemi Covid 19

Menurut Kementerian Kesehatan, yang dapat disebut lansia adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun ke atas. Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan lansia lebih banyak mengalami infeksi virus corona yang berdampak infeksi berat dan kematian dibandingkan pada balita. Tiongkok jumlah kematian pada populasi usia 60-69 tahun sebesar 3.6%, pada usia 70-79 tahun sebesar 8% dan pada usia lebih dari 80 tahun sebanyak 14.8%. Di Indonesia, dimana angka mortalitasnya meningkat seiring dengan meningkatnya usia yaitu pada populasi usia 45- 54 tahun adalah 8%, 55-64 tahun 14% dan 65 tahun ke atas 22% ( Retno indarwati).

Covid-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Dampak dari virus ini akan lebih para kepada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Lansia (lanjut usia), merupakan salah satu golongan yang paling rentan terpapar virus dan memiliki kemungkinan mendapatkan dampak terparah dari virus tersebut.

Lansia membutuhkan perhatian khusus, karena terjadi penurunan fungsi secara fisiologis dan tidak sama seperti orang dewasa muda. Hal ini karena daya tahan tubuh lansia sudah melemah dan kerja organ-organ tubuhnya biasanya sudah tidak optimal, bahkan mungkin saja sudah mengalami gangguan. Dalam kondisi tersebut, virus akan lebih mudah berkembang biak dan menyebabkan kerusakan, serta memperparah gangguan yang sudah ada.

Kerentanan lansia pada pandemi Covid-19 disebabkan penurunan daya tahan dan penyakit komorbid pada lansia .yang akan meningkatkan risiko kematian Informasi dampak Covid-19 menimbulkan dampak psikologis bagi lansia. Pembatasan interaksi sosial secara fisik berpengaruh pada kesehatan mental lansia.

Bila kamu memiliki orang tua, kakek, nenek atau saudara yang termasuk kedalam kategori lansia. Memberikan perhatian dan perawatan ekstra kepada mereka di tengah pandemi seperti saat ini harus dijadikan sebagai prioritas.

Lakukan tips-tips berikut ini untuk merawat lansia di rumah dan mencegahnya terkena penyakit COVID-19:

1. Menjaga Kesehatan Diri Sendiri

Sebagai orang yang akan merawat mereka, artinya kita juga akan melakukan kontak langsung dengan lansia di rumah. Untuk itu menjaga kesehatan dimulai dari kita sendiri dulu sebelum kita merawat lansia yang ada di rumah dan berhati-hati ketika keluar rumah. Dengan melindungi diri sendiri dari paparan virus artinya kita juga turut melindungi mereka dari penularan.

Lakukan protokol kesehatan dengan disiplin, social distancing, tidak terlalu lama menghabiskan waktu di luar dan membatasi kontak langsung dengan orang lain di luar rumah. Utamakan bekerja dan aktivitas lainnya dari rumah seperti belanja dan berolahraga jika bisa guna meminimalisir kegiatan keluar rumah.

2. Siapkan Vitamin yang Cukup untuk Meningkatkan Imun Lansia

Meminum vitamin secara rutin adalah cara yang paling ampuh setelah rajin memakan makanan sehat dalam meningkatkan sistem imun tubuh. Vitamin disini tidak harus berbetuk pil atau tablet. Alternatif lain juga bisa seperti madu, buah-buahan dan sayuran yang memiliki kandungan vitamin C dan D yang cukup banyak.

3. Mempersiapkan APD yang Lengkap Setiap akan Keluar Rumah

Terlalu lama menghabiskan waktu di dalam rumah bisa cukup melelahkan dan menimbulkan stress juga kepada para lansia. Jika mereka ingin keluar rumah sebentar jangan lupa mempersiapkan APD (alat pelindung diri) yang lengkap seperti sarung, masker, face shield, baju lengan panjang (bisa jaket), hand sanitizer, tisu basah dan kering juga disinfektan ukuran kecil untuk disemprotkan kesetiap objek yang akan disentuh.

4. Rutin Melakukan Olahraga Kecil untuk Lansia

Menjaga kesehatan paling baik adalah dengan berolahraga. Tapi khusus untuk lansia, pilihan jenis olahraganya pun harus lah disesuaikan dengan kemampuan tubuh mereka. Banyak jenis olahraga ringan yang bisa dicari diinternet dan bisa dilakukan oleh para lansia, seperti senam ringan lansia, jalan pagi atau sore, bersepeda dan lain sebagainya selama 20-30 menit perhari.

5. Lengkapi Fasilitas Hiburan di Rumah agar Tidak Cepat Bosan

Untuk mengurangi keinginan lansia keluar rumah artinya fasilitas hiburan dirumah haruslah lengkap agar mereka tidak cepat bosan. Ajak lansia di rumah untuk menonton televisi, mengisi waktu luang dengan kegiatan seperti bercocok tanam (agroterapi), merajut, menyulam dan lain lain.

6. Berkonsultasi dengan Dokter Melalui Online secara Rutin

Rumah sakit adalah tempat paling rentan terpapar virus. Oleh sebab itu hindari melakukan check up kesehatan langsung di rumah sakit.

Tapi karena mustahil melakukannya sendiri atau lewat online. Kamu bisa memilih untuk meminta Dokter kerumah atau menunda checkup kesehatan dan mengontrol kesehatan melalui aplikasi layanan/konsultasi dengan Dokter online.

Sekarang telah banyak aplikasi konsultasi Dokter online dimana kamu bisa berkonsultasi langsung dengan Dokter hanya dengan membayar puluhan ribu rupiah.

 

Selain hal hal tersebut di atas, ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam merawat lansia. Hal hal yang perlu di perhatikan dalam merawat lansia adalah:

1. Perhatikan kebutuhan nutrisi

Perawatan lansia juga meliputi kebutuhan gizi untuk lansia yang penting untuk dipenuhi. Sama seperti orang kebanyakan, lansia juga memerlukan zat gizi yang seimbang dan beragam. Menerapkan pola makan sehat untuk lansia dapat membantu mencegah timbulnya penyakit.

Untuk mengatasi selera makan yang menurun, Anda dapat mencoba tips berikut:

  • Beralih ke porsi makan yang lebih sedikit tetapi dengan frekuensi yang lebih sering.
  • Meningkatkan asupan kalori dengan mengonsumsi olahan susu seperti keju.
  • Menghindari mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula seperti minuman ringan dan soda, kue, dan biskuit.

Perawatan lansia dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya juga dapat dilakukan dengan cara memasukkan buah dan sayur dalam menu sehari-hari untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral harian lansia. Jika lansia sudah sulit mengunyah, sayur dan buah bisa dijus. Kombinasikan berbagai cara mengolah makanan agar kesulitan mengunyah tidak menjadi halangan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian dari lansia. Jangan lupa asupan air juga tetap harus terpenuhi. Jika lansia tidak bisa minum air terlalu banyak, siasati dengan cara menyajikan makanan berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air.

2. Memprioritaskan keamanan lansia

Dalam perawatan lansia, salah satu hal yang perlu  Anda perhatikan adalah keamanannya. Apalagi, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pertambahan usia memang membuat tubuh menjadi tidak sekuat dahulu. Hal ini membuat lansia lebih rentan jatuh. Untuk menghindari hal tersebut, lakukan modifikasi terhadap tempat tinggal lansia.

Sebagai contoh, mengatur tata letak perabotan dan benda-benda di rumah agar lansia lebih mudah bergerak atau berpindah tempat. Pastikan barang-barang yang dibutuhkan dan digunakan sehari-hari mudah dijangkau oleh lansia untuk meminimalkan kemungkinan lansia hilang keseimbangan hingga terjatuh.

Perawatan lansia ini penting karena jika lansia terjatuh, bisa mengakibatkan kondisi yang fatal, misalnya patah tulang, gegar otak, dan kondisi serius lainnya. Oleh sebab itu, sebisa mungkin mengantisipasinya dengan menjaga agar lansia tetap aman.

3. Memenuhi kebutuhan lainnya

Dalam perawatan lansia, selain memenuhi kebutuhan gizi, dan keamanan lansia, Anda juga perlu memenuhi kebutuhan lansia lainnya. Sebagai contoh, Anda perlu membantu lansia untuk berbelanja kebutuhannya, melakukan pekerjaan rumah untuknya, dan menemaninya selama berada di rumah.

Namun, kebutuhan lain dari lansia sangat tergantung pada tiap-tiap individu, karena kondisi tubuh dan kemampuan tiap lansia bisa sangat berbeda. Sebagai contoh, ada lansia yang harus disuapi saat makan, ada pula yang masih bisa makan sendiri.

Oleh sebab itu, pertimbangkan pula aktivitas sehari-hari dari lansia untuk memastikan bahwa Anda telah memenuhi semua kebutuhannya. Mulai dari menjaga kebersihan, termasuk mandi dan buang air, kegiatan makan, mobilitas, berpakaian, dan masih banyak lagi.

Jika masih bisa melakukan segala sesuatunya sendiri, tentu akan lebih mudah bagi Anda untuk melakukan perawatan lansia.

4. Membantu lansia untuk tetap aktif berkegiatan

Salah satu kunci untuk hidup lebih lama adalah lansia yang sehat dan bahagia. Perawatan untuk lansia agar senantiasa berbahagia adalah membantunya agar tetap aktif berkegiatan dan bersosialisasi dengan banyak orang.

Lansia yang terlalu banyak menghabiskan waktu sendirian di rumah tanpa melakukan kegiatan yang berarti cenderung mudah merasa kesepian, terisolasi, hingga mengalami depresi dan stres. Oleh sebab itu, sebagai perawat, Anda perlu membantu lansia agar bisa aktif berkegiatan dan bertemu dengan banyak orang.

Hal ini bisa sangat membantu agar lansia tidak mudah merasa bosan, hidupnya tak berarti, dan berbagai pikiran dan perasaan pemicu stres lainnya. Selain itu, lansia yang aktif dan bahagia cenderung memiliki tubuh yang lebih sehat dan kuat.

5. Menerima bantuan dari orang lain

Merawat lansia seorang diri bukan perkara mudah. Apalagi, perawatan lansia sering kali menguras pikiran dan tenaga Anda sebagai perawat. Demi kesehatan fisik dan mental tetap terjaga, jangan ragu untuk menerima atau bahkan meminta pertolongan kepada orang lain, khususnya anggota keluarga, teman, dan tetangga.

Semakin banyak yang membantu untuk melakukan perawatan lansia, semakin ringan pula beban Anda sebagai perawat. Setidaknya, Anda bisa berbagi tugas dengan anggota keluarga yang menawarkan bantuan, misalnya meminta bantuan untuk berbelanja, mengantarkan ke dokter, atau sekedar membantu menyiapkan makan untuk lansia.

Tak hanya itu, bantuan yang diberikan juga bisa berupa biaya perawatan dan pengobatan lansia, menemani lansia mengobrol melalui telepon saat Anda sedang sibuk menyiapkan makan, dan masih banyak lagi. Bantuan-bantuan seperti ini dapat meringankan tugas Anda sebagai perawat sehingga perawatan untuk lansia terasa lebih mudah.

Jika Anda melakukan perawatan bersama dengan anggota keluarga lain, cobalah untuk menyusun jadwal untuk bergantian merawat dan menjaga lansia. Hal ini akan memudahkan Anda dan anggota keluarga lain untuk adil dalam berbagi tugas dan mentaatinya.

Tak hanya itu, pembuatan jadwal ini juga akan memudahkan Anda untuk mengatur aktivitas sehari-hari. Dengan begitu, meski disibukkan merawat lansia, kehidupan Anda dan anggota keluarga lain yang ikut menjaganya, masih bisa tertata dan terjadwal dengan baik.

6. Memahami kondisi kesehatan lansia

Perawatan lansia merupakan salah satu hal yang sangat penting, khususnya bagi penyandang disabilitas atau memiliki penyakit tertentu. Sebagai perawat, Anda tentu harus memahami betul kondisi kesehatan lansia untuk mempersiapkan diri terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi.

Tidak hanya sendiri, Anda perlu mengajak orang lain yang berkaitan, misalnya anggota keluarga, untuk sama-sama memahami kondisi kesehatan lansia. Hal ini disebabkan, ada kemungkinan bahwa mereka suatu saat akan ikut merawat dan menjaganya.

Tak lupa, Anda juga perlu memastikan apakah perawatan yang Anda lakukan untuk lansia sudah sesuai dengan kebutuhannya. Jika memang Anda tidak bisa memberikan perawatan yang memadai di rumah, pertimbangkan berbagai alternatif perawatan lain.

7. Mendampingi saat mengurus legalitas berkas penting

Perawatan lansia yang bisa Anda berikan untuk orang terdekat tidak hanya seputar kesehatan, tapi juga berbagai hal lain yang tidak kalah penting, misalnya mengurus legalitas berkas-berkas penting. Biasanya, lansia sudah mulai memiliki kesulitan untuk membaca, memahami isi berkas dan dokumen, dan masih banyak lagi.

Tentu saja, pada saat-saat tersebut, lansia membutuhkan Anda untuk mendampinginya. Lakukan hal tersebut sebagai bentuk dukungan Anda kepada lansia tersayang. Selain itu, pastikan juga untuk membantu lansia menyimpan dokumen-dokumen penting tersebut di tempat yang aman, tetapi masih tergolong mudah untuk diakses khususnya saat benar-benar dibutuhkan.

8. Memastikan lansia selalu dalam pengawasan

Meski masih bisa melakukan banyak hal secara mandiri, bukan berarti Anda boleh melepaskan pengawasan kepada lansia. Usahakan untuk selalu memastikan lansia berada di bawah pengawasan Anda atau orang lain. Hindari membiarkan lansia benar-benar sendirian di rumah.

Anda mungkin tidak akan mengetahui dengan pasti apa yang terjadi pada lansia jika ia ditinggal seorang diri. Jika Anda tidak bisa mengawasinya setiap saat, setidaknya mintalah pertolongan kepada orang lain untuk membantu mengawasi lansia tersebut.

Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Saat lansia berada di dalam pengawasan, Anda dan anggota keluarga lainnya bisa mengantisipasi hal buruk yang mungkin dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan lansia.

Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. Untuk itu disaat pandemi Covid-19, penting untuk meningkatkan kesehatan terutama Lansia di rumah.

Penulis: 
JUWITA, S. Kep. Ners
Sumber: 
Retno Indarwati. 2020. Lindungi Lansia dari Covid-19.Indonesian Journal of Comunity Health Nursing, 5(1), 1.Hadijah, Siti. 2020. Cara Merawat Lansia di rumah agar tetap sehat saat pandemi. www.cermati.com (Diakses tanggal 10 Maret 2021).Savitri, Tania. 20

Artikel

30/04/2021 | Sumarni Nina
30/04/2021 | alodokter.com
30/04/2021 | berbagai sumber
15/03/2016 | Wuri Handayani. S.Psi
22/03/2016 | Dwi Ratna Lakitasari, S.Psi.
14/12/2016 | MUSTIKAWATI, S.Kep
04/12/2020 | Ns. MUSTIKAWATI, SKep