Primary tabs

FAKTOR-FAKTOR RESIKO KEJADIAN GANGGUAN GINJAL

Chronic kidney disease (CKD) merupakan kegagalan fungsi ginjal untuk mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan dan elektrolit akibat destruksi struktur ginjal yang progresif dengan manifestasi penumpukan sisa metabolit (toksik uremik) di dalam darah.

Ginjal mempunyai peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh karena ginjal adalah salah satu organ vital dalam tubuh. Seseorang mengalami penyakit ginjal kronik stadium lima, atau dikenal dengan gagal ginjal terminal, apabila laju filtrasi glomerulus <15 ml/menit, dimana ginjal tidak mampu lagi bekerja sebagaimana fungsinya. Pada saat ini terapi yang dibutuhkan untuk mengatasi gagal ginjal terminal tersebut di antaranya dialysis dan transplantasi ginjal.

Kasus gagal ginjal kronik (GGK) saat ini meningkat dengan cepat terutama di negara-negara berkembang. GGK telah menjadi masalah utama kesehatan di seluruh dunia. Selain menjadi masalah utama, gagal ginjal merupakan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah dan akan meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Penyakit gagal ginjal kronik didasari oleh banyak faktor salah satunyaadalah gaya hidup (lifestyle) yang merupakan faktor pendukung yangmemicu peningkatan resiko seseorang menderita gagal ginjal kronikdiantaranya pola makan, minum dan aktivitas.

Tanda gejala gagal ginjal kronis menurut Kowalak (2011) dan Baradero (2009) meliputi:

  1. Hipervolemia akibat retensi natrium
  2. Hipokalsemia dan hiperkalemia akibat ketidakseimbangan elektrolit
  3. Asidosis metabolik akibat kehilangan bikarbonat
  4. Nyeri tulang serta otot
  5. Neuropati perifer akibat penumpukan zat-zat toksik
  6. Mulut yang kering, keadaan mudah lelah, dan mual akibat hiponatremia
  7. Hipotensi akibat kehilangan natrium
  8. Frekuensi jantung yang tidak reguler
  9. Napas pendek dan sesak napas
  10. Edema akibat penumpukan cairan
  11. Mual, muntah dan anoreksia
  12. Kulit berwarna kuning atau kecoklatan akibat perubahan proses metabolik
  13. Kulit kering serta bersisik akibat uremic frost
  14. Kram otot dan kesemutan akibat hiperkalemia.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyakit Ginjal Kronik

  1. Umur.

Semakin bertambah usia, semakin berkurang fungsi ginjal dan berhubungan dengan penurunan kecepatan ekskresi glomerulus dan memburuknya fungsi tubulus.

  1. Jenis Kelamin.

Secara klinik laki-laki mempunyai risiko mengalami penyakit ginjal kronik 2 kali lebih besar daripada perempuan. Hal ini dimungkinkan karenaperempuan lebih memperhatikan kesehatan dan menjaga pola hidup sehat dibandingkan laki-laki, sehingga laki-laki lebih mudah terkena penyakit ginjal kronikdibandingkan perempuan.

  1. Tingkat Pendidikan.

Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka diharapkan keterpaparan terhadap penyakit juga bisa menurun.

  1. Riwayat Keluarga Menderita Penyakit Ginjal Kronik.

Genentik merupakan salah satu faktor predisposisi nefropati diabetik dan gromerulusnefritis kronik. Immunoglobulin A (IgA) nefropati, merupakan penyebab tersering dari glomerulonefritis pada Negara berkembang.

  1. Riwayat Penyakit Infeksi Saluran Kemih.
  2. Riwayat Penyakit Batu Saluran Kemih.
  3. Riwayat Penyakit Diabetes Melitus.
  4. Riwayat Penyakit Hipertensi
  5. Riwayat Penggunaan Obat-obatan.
  1. Kebiasaan Merokok.
  2. Kebiasaan Mengonsumsi Alkohol.
  3. Kebiasaan Mengonsumsi Minuman Suplemen.

Perubahan gaya hidup merupakan salah satu penyebab munculnya berbagai penyakit modern. Kebiasaan dan rutinitas yang merugikanmemiliki kekuatan untuk merusak seseorang. Mengkonsumsi makanan atau minuman tanpa memperhatikan zat yang terkandung di dalamnya merupakan sebuah ancaman besar bagi kesehatan tubuh. Memberi edukasi tentang perilaku sehat merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kesadaran masyarakatterhadapsuatu penyakit yang dapat ditimbulkan akibat gaya hidup tidak sehat.

Penulis: 
Raden Imam Bramono, S.Kep. Ns
Sumber: 
berbagai sumber

Artikel

16/03/2021 | Retno Indarwati. 2020. Lindungi Lansia dari Covid-19.Indonesian Journal of Comunity Health Nursing, 5(1), 1.Hadijah, Siti. 2020. Cara Merawat Lansia di rumah agar tetap sehat saat pandemi. www.cermati.com (Diakses tanggal 10 Maret 2021).Savitri, Tania. 20
09/03/2021 | dr. Fadhli Rizal Makarim dan berbagai sumber lainnya
09/03/2021 | berbagai sumber
04/12/2020 | berbagai sumber
15/03/2016 | Wuri Handayani. S.Psi
22/03/2016 | Dwi Ratna Lakitasari, S.Psi.
14/12/2016 | MUSTIKAWATI, S.Kep
22/03/2016 | Denny Kamajaya. S.sos