Primary tabs

Tranformasi tak biasa : Laki-laki Feminim

Arus post modernisme kerap membawa kontroversi berbuah kontradiksi, post modernisme sepertinya luput dari pembahasan alvin toppler dalam buku third wavenya seolah-olah kajian perputaran hidup manusia begitu monoton akan tetapi kali ini modernisme berbasis feminisme bergerak melompat ke gender yang berbeda. Sudah sering dibahas lelaki seperti wanita baik secara fashionable maupun attitudenya, secara normatif kalangan pro menilai ini adalah bagian dari HAM bahkan beberapa mengklaim ini adalah adi kodrati di pihak lain mungkin ini adalah salah satu produk dari dekadensi moral. Dikarenakan sukarnya menerka ataupun membaca alam pikiran hingga mereka mengganti seluruh penampilan tubuhnya dari ujung rambut hingga kaki. Namun, ada banyak cara yang dapat dilakukan agar Anda dan orang-orang sekitar Anda jauh dari fenomena mengerikan ini. Beberapa caranya, yaitu: 1. Perdalam agama yang diyakini Sejak lahir yang telah dimiliki ialah agama yang terbawa sejak dalam kandungan Ibu dan juga sesuai dengan agama orang tua. Agama adalah suatu pondasi paling dalam untuk menjalani kehidupan yang terus berjalan. Tanpa agama, seseorang dapat kehilangan arah tujuan hidup dan tak mengerti akan kemana arahnya. Sehingga, keinginan berganti kelamin pun dapat terjadi. 2. Isi waktu kosong Ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu yang kosong dengan kegiatan yang bersifat positif. Mengisi waktu kosong menghindarkan anda dari sikap bermalas-malasan atau bahkan pergi keluar untuk bergaul dengan mereka yang telah terjerumus. Terutama bagi kalian yang masih remaja sikap bermalas-malasan serta banyak menghabiskan waktu di luar, akan membuang waktu secara percuma. Mengisi waktu luang dapat dilakukan dengan mengerjakan tugas, melakukan hobi atau bahkan mengumpulkan teman sebaya untuk diajak melakukan bakti sosial dan melakukan bebeberapa 3. Tanamkan sikap positif. Menanamkan sifat positif harus dilakukan sejak dini. Perilaku yang baik tentu membuahkan hasil yang baik pula. Bagi seorang anak yang sejak awal telah mengenal sifat positif tentu akan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Hal ini tentu akan lebih mudah bagi mereka untuk tidak terhindar dari pergaulan bebas. Tanamkan pada diri anak untuk melakukan banyak hal positif yang berguna bagi masa depannya dan bukan malah sebaliknya. Membiarkan anak terlalu bebas dengan waktu luangnya tanpa adanya bimbingan dapat membuat seorang anak menggunakan waktu senggangnya untuk melakukan beragam hal yang berdampak buruk. 4. Batasi waktu keluar rumah Waktu untuk bersosialisasi memang penting namun harus ada aturan dan batas-batasannya. Batasan dan aturan di dalam keluarga, harus dibicarakan dengan seluruh anggota keluarga agar nyaman satu dengan yang lain. Aturan yang dibuat tersebut dapat digunakan untuk membatasi ruang lingkup anak supaya tidak terjerumus pada pergaulan yang tidak sehat. Terutama pada malam hari, sebaiknya anak tidak boleh keluar kecuali ada hal yang mendesak atau dapat pula dengan didampingi oleh orang tua. Tidak adaya batasan waktu, membuat seorang anak akan lebih bebas sehingga dampak dari pergaulan bebas pun tidak dapat dielakkan. 5. Jangan sampai salah dalam bergaul. Bergaul terutama dengan teman sebaya merupakan hal yang penting dilakukan. Namun akan menjadi salah untuk dilakukan ketika anda tidak berhati-hati dalam mencari teman. Teman yang memiliki kelakuan buruk dapat memberi dampak yang buruk pula karena dapat mempengaruhi perilaku anda. Dalam mencari teman, anda harus dapat membedakan mana teman yang buruk dan mana teman yang baik. Ketika teman anda ternyata bukanlah seseorang yang baik, anda tidak perlu ragu lagi untuk segera meninggalkannya karena dapat merugikan anda kedepannya 6. Peran sekolah dan pemerintah. Bukan hanya orang tua saja yang bertugas membimbing anak-anaknya, melainkan menjadi tugas bagi sekolah serta pemerintah. Menghindarkan anak-anak dari pergaulan bebas yang jelas menyimpang, dapat dilakukan dengan seminggu sekali melakukan razia pada isi tas anak. Lakukan penggeledahan secara menyeluruh apakah mereka membawa obat-obatan terlarang atau benda buruk yang lain. Hal ini akan membuat anak-anak merasa waspada dan takut akan sanksi yang diberikan sehingga keingingan untuk coba-coba menjadi hilang. 7. Dekat dengan anak Bagi orang tua dekat dengan anak-anak merupakan hal yang diwajibkan. Ada baiknya orang tua mengerti benar apa saja kegiatan anak-anak pada tiap harinya. Dekat pada anak membuat orang tua dapat sekaligus berperan sebagi sabahat yang dapat dijadikan sebagai teman bicara. Pada kesempatan itulah orang tua harus dapat mengarahkan si anak untuk dapat menjadi anak baik dengan selalu bersikap positif. Anda tidak perlu terlalu mengontrol dan bersikaplah santai saja tanpa perlu memarahinya. Beri tahu secara pelan tanpa adanya unsur paksaan. Saat usia remaja rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang baru begitu besar. Hal inilah yang membuat mereka banyak melakukan coba-coba bahkan pada hal yang buruk sekalipun. Ketika orang tua memberi nasehat tidak secara perlahan melainkan dengan paksaan dan begitu menekan, maka hal ini dapat membuat sang anak semakin ingin memberontak dan rasa penasaran akan semakin besar.

Penulis: 
Denny Kamajaya S.Sos
Sumber: 
ensiklopedia postmodermnisme

Artikel

30/06/2020 | http://rivpo.id/cegah-fatherless-country-dua-ayah-indonesia-ajukan-petisi-cuti-ayah-untuk-kelahiran-anak
29/06/2020 | ensiklopedia postmodermnisme
24/12/2018 | Jurnal Kementrian Sosial RI
15/03/2016 | Wuri Handayani. S.Psi
22/03/2016 | Dwi Ratna Lakitasari, S.Psi.
14/12/2016 | MUSTIKAWATI, S.Kep
22/03/2016 | Denny Kamajaya. S.sos
05/01/2017 | Denny Kamajay. S.Sos