Primary tabs

TAGANA...Tugas Mulia dan Pengabdian untuk Sesama

Sungailiat, secara harfiah bimbingan dan pelatihan manajemen pengungsi adalah adanya suatu pengkondisian yang memiliki standarisasi baku yang akan dijalankan oleh Taruna Siaga Bencana dalalm memberikan pelayanan sosial korban bencana alam selama tinggal di pengungsian.

Dalam sambutannya Kepala bidang Perlindungan sosial M. Isa Anshorie, SH menyampaikan bahwa tugas yang diemban oleh Taruna Siaga Bencana adalah tugas mulia kenapa mulia? Karena tidak semua orang memiliki kepekaan dan rasa empati dalam meringankan penderitaan korban bencana.

Pemantapan ini dilaksanakan selama 4 hari dimana peserta berjumlah 50 orang Tagana Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Narasumber kegiatan ini bukan hanya dari kalangan birokrasi dari Kementrian Sosial RI akan tetapi dihadirkan juga praktisi yang telah mengalami secara nyata berbagai bencana alam yang terjadi di Provinsi Babel maupun Provinsi lain dengan tipologi kemajemukan masyarakat yang berbeda.

Kasi bencana sosial akhiryadi DB Susilo pada kesempatan yang sama memberikan pengarahan yang bersifat implisit agar kiranya peserta didik dapat mengimplementasikan teknis majaemen pengungsi pengoperasian dapur umum didalam penanggulangan bencana dan yang terakhir adalah psikososial. Hari kedua materi sesi pertama dengan tema Pemantapan shelter Penanggulangan Bencana bidang manajemen pengungsian diisi oleh Bapak Norman Rustam SE dari Direktorat Linjamsos Kemsos RI, ilustrasi dari bencana tsunami di aceh merupakan contoh yang diambil dalam penanganan bencana, beberapa materi yang disampaikan lebih terfokus pada pemecahan masalah yang didasarkan oleh pengalaman di dunia nyata dimulai dari lemahnya koordinasi dari lembaga terkait sampai dengan enggannya para taruna untuk berimprovisasi ketika dihadapkan dengan kondisi yang berbeda.

Sesi kedua diisi dengan tema psikososial yang disampaikan oleh Tim Teknis TAGANA PROVINSI pola interaksi ditekanakan pada share opininon sehingga tranformasi edukasi dapat mengalir secara alami, secara sederahana psikososial diartikan sebagai kemampuan relawan untuk merasakan kesedihan, kehilangan yang dialami oleh korban bencana tanpa harus melewati tahapan akademik (penelitian). Shelter merupakan sesi selanjutnya dalam kegiatan pemantapan pengungsian, mendirikan penampungan sementara yang layak diperlukan dan hampir menjadi kewajiban yang harus disediakan negara dalam penanggulangan pasca bencana, standarisasi pembangunan shelter telah ditetapkan secara nasional walaupun kadangkala terkendala dg situasi yang berbeda pada saat konstruksi awal shelter itu didisain. Team Speak menjadi kajian dari narasumber TAGANA Babel Team Speak merupakan aplikasi yang berbasis android dalam upaya memaksimalkan pola komunikasi yang terintegrasi dalam penanggulangan bencana.

Sumber: 
reportase on the spot
Penulis: 
Denny Kamajaya. S.Sos
Fotografer: 
Denny Kamajaya. S.Sos
Editor: 
Akhiryadi. DB. susilo