Primary tabs

Sinergi Lintas Sektoral dalam Pengentaan Napza

SINERGI LINTAS SEKTORAL

DALAM PENGENTASAN PENYALAHGUNAAN NAPZA

Kementrian Sosial menyadari dengan secara seksamaual mengenai berbagai  keberfungsian sosial terlebih lagi pada masalah-masalah penyalahgunaan NAPZA yang sudah mencapai kedaruratan di berbagai pelosok negeri sehingga diperlukan upaya-upaya yang mendesak untuk mengatasi situasi yang sangat kritis melalui rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan NAPZA.

Program rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan Napza ini merupakan salah satu upaya sistematisasi penanganan masalah korban penyalahgunaan NAPZA di Indonesia. Mengingat kompleksitas permasalahan korban penyalahgunaan NAPZA, diharapkan Progres KP NAPZA ini dapat berlangsung secara berkesinambungan sesuai dengan fakta-fakta objektifitas yang terjadi dalam penanganan masalah korban penyalahgunaan NAPZA.

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah mengatakan bahwa Napza merupakan musuh utama bangsa, napza merupakan produk yang mampu membuat siapa saja menjadi jauh dengan hal-hal prinsipal yang dianut oleh tata norma masyarakat Indonesia. Di era persaingan global ini seluruh element terlebih milenial menjadi titik tumpu dan titik balik dari setiap keberhasilan diberbagai bidang, apabila presentase korban Napza tinggi pada masa produktif maka dapat dipastikan ada ketersumbatan kreatifitas dan produktivitas.

Sosialisasi NAPZA yang diselenggarakan di Fox Haris Hotel Pangkapinang, Rabu (25/11/20), dihadiri tamu undangan dari berbagai kalangan antara lain, pelajar/mahasiswa, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, PSM, TKSK, LSM hingga Karang Taruna. Selain itu juga menghadirkan eks pasien rehabilitasi yang didaulat untuk menjadi motivator dan konsultator mengenai bahayanya Napzar. 

Sosialisasi Napza kali ini bersambung dengan Ibu Septi Eliza melalui webinar, selaku Perwakilan Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA Kemensos RI mendukung dan berharap agar Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk dapat menyiapkan post anggaran dalam kesiap-siagaan penanggulangan bencana Napza yang sudah ada di wilayah kerja masing-masing, dan juga untuk tetap membangun suatu pola jaringan kerja dengan instansi terkait.

Sri Indrawati selaku Plt Kepala BNN Bangka Belitung menyuarakan hal yang sama agar semua lapisan pemerintah Daerah dapat besinergi didalam setiap lini dalam suksesi program rehabilitasi maupun pencegahan penyebaran Napza karena upaya-upaya ini membutuhkan sumber daya dan sumber dana yang tidak sedikit.

 

Sumber: 
Liputan langsung
Penulis: 
Denny Kamajaya. S.Sos
Fotografer: 
Denny Kamajaya. S.Sos
Editor: 
Heni Yuliana, SE