Primary tabs

Silaturahmi Memperkuat Harmoni Sosial

Pangkal Pinang (18/10) - "Yo kite mufakat jangan bekarat, kite agik ngahanak, seperadik dan beruyot” yang artinya ayo kita selalu bermufakat, jangan pernah bermusuhan karena kita semua bersaudara, merupakan slogan di Negeri Serumpun Sebalai ini. Kalimat ini sangat tepat sebagai representatif dari tema kegiatan yang kita hadiri saat ini," terang Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat pada pembukaan kegiatan Silaturahim dan Penguatan Harmoni Sosial yang dilaksanakan pada 17 s.d 20 Oktober di Bangka, Provinsi Bangka Belitung. 

Kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Sosial Kabupaten Bangka Selatan, bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Bangka Belitung dan Kementerian Sosial, melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat kerukunan dan keharmonisan antar warga.

Melalui kegiatan ini, Direktorat PSKBS berharap, dinamika sosial yang dulu bergejolak pada dua warga desa tersebut dapat dilupakan. Dan potensi yang sekiranya dapat memunculkan kembali persoalan yang sama dikemudian hari dapat pula dicegah sejak awal dengan melakukan musyawarah dengan menumbuhkan rasa sebangsa dan setanah air, saling dukung, saling bantu dan gotong royong yang sejak dulu menjadi nilai-nilai kearifan lokal, pegangan nenek moyang Negeri Serumpun Sebalai.

“Kegiatan semacam ini akan terus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan oleh Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial," ujar Harry menekankan.

"Melalui aktualisasi kearifan lokal, persoalan yang muncul dikemudian hari dapat diselesaikan dengan pendekatan kekeluargaan dan musyawarah. Peran tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat tidak dapat diabaikan menjadi yang terdepan karena dapat merangkul segala unsur," lanjut Harry.

Sudah menjadi kewajiban negara untuk hadir memastikan masyarakat dapat hidup berdampingan dalam suasana yang damai. Bahkan beberapa hari lalu Presiden Jokowidodo memperingati hari perdamaian dunia sekaligus launching gerakan Kampung Damai.

 "Kalau perlu, Kelurahan Toboali dan Kelurahan Ketapang dapat menjadi inspirasi percontohan bagi daerah lain sebagai Kampung Perdamaian," ucap Harry yang disambut tepuk tangan yang meriah oleh seluruh peserta dari dua desa tersebut.

Acara ini diikuti oleh 42 peserta yang berasal dari kedua desa tersebut dengan dihadiri pula oleh Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial, Harapan Lumban Gaol dan Kadis Sosial Provinsi Bangka Belitung M. Aziz Harahap serta unsur TNI, Polri dan nara sumber dari STKS.

Berbagai Materi Menarik Terkait Rekonsiliasi Konflik Sosial

 

Setelah resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, kegiatan rekonsiliasi dan Pemberdayaan Pasca Konflik Sosial 2017 yang diadakan di Hotel Soll Marina, Kota Bangka, Provinsi Bangka Belitung acara dilanjutkan dengan Ice Breaking yang dipimpin oleh Gugun dan Tim mengadakan games - games menarik yang dapat menumbuhkan kembali rasa gotong royong dan kerjasama bagi para peserta yang terlihat amat bersemangat mengikutinya.

Acara dilanjutkan dengan materi Brain Storming oleh Dr. Jumayar Marbun, dalam materinya beliau cenderung memberikan pengandaian dan pertanyaan yang menarik yang berkaitan dengan konflik sosial yang salah satu tujuannya agar masyarakat dapat menahan diri untuk saling berselisih.

Menjelang malam hari, Tiyoso Sotaya dari TNI menjadi narasumber yang membawakan materi mengenai Mencapai masyarakat yang harmonis dan damai. Tiyoso memaparkan berbagai contoh agar masyarakat dapat menjaga kerukunan serta keharmonisan dalam bermasyarakat khususnya di wilayah Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung.

Narasumber yang kedua membawakan materi mengenai penguatan masyarakat dalam mengatasi potensi konflik sosial oleh Wagianto sebagai Karo Ops Polda. Kep. Bangka Belitung.

Wagianto menekankan bahwa konflik sosial terjadi antara masyarakat dengan masyarakat. Ia juga menekankan bahwa peserta yang hadir diharapkan menjadi pioneer bukan profokator, “Saya harap bapak ibu dapat menjadi pioneer bukan profokator, menjadi penengah saat terjadinya konflik” ucap Wagianto. 

Sumber: 
OHH LJS
Penulis: 
OHH LJS | Denny kamajaya. S.Sos
Fotografer: 
Denny Kamajaya. S.Sos
Editor: 
Denny Kamajaya. S.Sos