Primary tabs

POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK

 

Keluarga merupakan unsur penting dalam perawatan anak mengingat anak bagian dari keluarga. Kehidupan anak dapat ditentukan oleh lingkungan keluarga, untuk itu keperawatan anak harus mengenal keluarga sebagai tempat tinggal atau sebagai konstanta tetap dalam kehidupan anak ( wong, perry dan hockenberry, 2002 dikutip Hidayat, A 2005 ).

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi orang yang berkepribadian baik, sikap mental yang sehat serta akhlak yang terpuji. Orang tua sebagai pembentuk pribadi yang pertama dalam kehidupan anak dan menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Kepribadian orang tua, sikap dan cara hidup merupakan unsur-unsur pendidikan yang secara tidak langsung akan masuk kedalam pribadi anak yang sedang tumbuh ( Skripsi dan panduan, 2012 ).

Pola asuh orang tua merupakan pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu ke waktu. Pola perilaku dapat dirasakan anak, dari segi negatif dan positif. Orang tua memiliki cara  dan pola sendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. Cara dan pola tersebut tentu akan berbeda antara satu keluarga dengan keluarga lainnya. Pola asuh orang tua merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pengasuhan ( Jasminelulu )

Penerapan pola asuh orang tua sangat penting, utamanya adalah seorang ibu karena ibu adalah orang yang utama bagi anak dan ibu merupakan lingkungan pertama yang dimasuki untuk membina sosialisasi anak.( Unimus ). Pola asuh merupakan kemampuan optimal seorang ibu dalam mendengarkan anak-anak, memberikan respon dan kehangatan, serta menentukan standar peraturan pada akitivitas anak- anak mereka. Pola asuh pada ibu merupakan implementasi dari keputusan ibu dalam mengarahkan anak untuk dapat menjadi pribadi yang bertanggung jawab, mampu menyesuaikan diri dan dapat berperan dengan baik dalam lingkungan sosialnya dengan cara mengoptimalkan peran dalam berkomunikasi, serta menentukan standar peraturan pada akitivitas anak. ( Karina, 2009 )

  1. Macam – macam Pola Asuh Orang Tua

        Menurut Baumrind (dikutip oleh Wawan Junaidi, 2010), terdapat 4 macam pola asuh orang tua :

  1. Pola Asuh Demokratis

                     Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. Orang tua dengan pola asuh ini bersikap rasional, selalu mendasari tindakannya pada rasio atau pemikiran-pemikiran. Orang tua tipe ini juga bersikap realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan anak. Orang tua tipe ini juga memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan, dan pendekatannya kepada anak bersifat hangat.

 

  1.  Pola asuh Otoriter

                       Pola asuh ini cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti, biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman. Orang tua tipe ini cenderung memaksa, memerintah, menghukum. Apabila anak tidak mau melakukan apa yang dikatakan oleh orang tua, maka orang tua tipe ini tidak segan menghukum anak. Orang tua tipe ini juga tidak mengenal kompromi dan dalam komunikasi biasanya bersifat satu arah. Orang tua tipe ini tidak memerlukan umpan balik dari anaknya untuk mengerti mengenai anaknya.

             C. Pola asuh Permisif

                 Pola asuh ini memberikan pengawasan yang sangat longgar. Memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. Mereka cenderung tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya, dan sangat sedikit bimbingan yang diberikan oleh mereka. Namun orang tua tipe ini biasanya bersifat hangat, sehingga seringkali disukai oleh anak.

             D. Pola asuh Penelantar

                Orang tua tipe ini pada umumnya memberikan waktu dan biaya yang sangat minim pada anak-anaknya. Waktu mereka banyak digunakan untuk keperluan pribadi mereka, seperti bekerja dan juga kadangkala biaya pun dihemat-hemat untuk anak mereka. Termasuk dalam tipe ini adalah perilaku penelantar secara fisik dan psikis pada ibu yang depresi. Ibu yang depresi pada umumnya tidak mampu memberikan perhatian fisik maupun psikis pada anak-anaknya.

  1. Dampak atau pengaruh pola asuh orang tua terhadap anak-anak

                 Dampak atau pengaruh pola asuh orang tua terhadap anak – anak menurut Baumrind, (dikutip oleh Ira, 2006) adalah:

  1. Pola asuh demokratis akan menghasilkan karakteristik anak - anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman, mampu menghadapi stres, mempunyai minat terhadap hal-hal baru dan koperatif terhadap orang-orang lain.
  2. Pola asuh otoriter akan menghasilkan karakteristik anak yang penakut, pendiam, tertutup, tidak berinisiatif, gemar menentang, suka melanggar norma, berkepribadian lemah, cemas dan menarik diri.
  3. Pola asuh permisif akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang agresif, tidak patuh, manja, kurang mandiri, mau menang sendiri, kurang percaya diri dan kurang matang secara sosial.
  4. Pola asuh penelantar akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang agresif, kurang bertanggung jawab, tidak mau mengalah, harga diri yang rendah, sering bolos dan bermasalah dengan teman.
  1. Pola Asuh Orang Tua Dalam Keluarga

Dalam kehidupan sehari-hari orang tua secara sadar atau tidak memberikan contoh yang kurang baik terhadap anaknya.misalnya meminta tolong dengan nada mengancam, tidak mau mendengarkan cerita anak tentang sesuatu hal, memberi nasihat tidak pada tempatnya dan tidak pada waktu yang tepat, berbicara kasar pada anak, terlalu mementingkan diri sendiri, tidak mau mengakui kesalahan yang telah dilakukan. Beberapa contoh sikap dan perilaku diatas berdampak negatif terhadap perkembangan jiwa anak. Sehingga efek negatif yang terjadi adalah anak memiliki sikap keras hati, manja, keras kepala, pemalas, pemalu dan lain- lain. Semua perilaku diatas dipengaruhi oleh pola pendidikan orang tua. Pola asuh orang tua akan mempengaruhi perkembangan jiwa anak. Tipe kepemimpinan orang tua berdampak pada pola asuh yamg terhadap anaknya, Disisi lain pola asuh orang tua bersifat demokratis atau otoriter atau bahkan pada sisi lain bersifat laissez faire atau tipe campuran antara demokratis dan otoriter. (Syaiful, 2004 dikutip dari dr.Suparyanto).

  1. Pola Perlakuan orang tua

Pola perlakuan orang tua terdiri dari:

                     a. Overprotection (terlalu melindungi)

Perilaku Orang Tua: Kontak berlebihan pada anak, pemberian bantuan yang terus menerus, meskipun anak sudah mampu sendiri, pengawasan kegiatan anak yang berlebihan, memecahkan masalah anak.

   Profil Tingkah laku Anak : Perasaan tidak aman, agresif dan dengki, Mudah merasa gugup, melarikan diri dari kenyataan, sangat tergantung, ingin menjadi pusat perhatian, bersikap menyerah, kurang mampu mengendalikan emosi, menolak tanggung jawab, suka bertengkar, sulit bergaul, pembuat onar  (troubelmaker).

  b. Pola Perilaku Orangtua : Permissiveness (pembolehan)

   Perilaku Orangtua : memberikan kebebasan untuk berfikir, Menerima pendapat, membuat anak lebih diterima dan merasa kuat, toleran dan memahami kelemahan anak, cenderung lebih suka memberi yang diminta anak daripada menerima.

    Profil Tingkah laku Anak : Pandai mencari jalan keluar, dapat bekerjasama, percaya diri, penuntut dan tidak sabaran.

     c. Pola Perilaku Orangtua: Rejection (Penolakan)

    Perilaku Orangtua : Bersikap masa bodoh, bersikap kaku, kurang memperdulikan kesejahteraan anak, menampilkan sikap permusuhan atau dominasi terhadap anak.

     Profil Tingkah laku Anak : Agresif (mudah marah, gelisah, tidak patuh, suka bertengkar dan nakal), submissive (kurang dapat mengerjakan tugas, pemalu suka    mengasingkan diri, mudah tersinggung dan penakut), sulit bergaul, pendiam, sadis.

    d. Pola Perilaku Orangtua : Acceptance (penerimaan)

        Perilaku Orangtua : Memberikan perhatian dan cinta kasih yang tulus pada anak, menempatkan anak pada posisi yang penting di dalam rumah, mengembangkan hubungan yang hangat dengan anak, bersikap respek terhadap anak, mendorong anak untuk menyatakan perasaan atau pendapatnya, berkomunikasi dengan anak secara terbuka dan mau mendengarkan masalahnya.

         Profil Tingkah laku Anak : Mau bekerjasama, bersahabat, loyal, emosinya stabil, ceria dan bersikap optimis, mau menerima tanggung jawab, jujur, dapat dipercaya, memiliki perencanaan baik di masa depan, bersikap realistik (memahami kelebihan dan kekurangan secara obyektif). .

                 e. Pola Perilaku Orangtua: Domination (dominasi)

         Perilaku Orangtua : Mendominasi Anak.

         Profil Tingkah laku Anak : Bersikap sopan dan sangat hati-hati, pemalu, penurut, dan mudah bingung, tidak dapat bekerjasama.

                 f. Pola Perilaku Orangtua : . Submission (penyerahan)

Perilaku Orangtua : Selalu memberi sesuatu yang diminta anak, membiarkan anak berperilaku semaunya sendiri.

          Profil Tingkah laku Anak : Tidak patuh, tidak bertanggung jawab, agresif dan teledor, bersikap otoriter, terlalu percaya diri.

                 g. Pola Perilaku Orangtua: Punitiveness/Overdiscipline (terlalu disiplin)

         Perilaku Orangtua : Mudah memberikan hukuman, menanamkan kedisiplinan sangat keras.

         Profil Tingkah laku Anak : Impulsif, tidak dapat mengambil keputusan, nakal, sikap bermusuhan atau agresif.

                     ( Syamsu Yusuf. 2009 dikutip dari dr.suparyanto )

  1. Kesimpulan

Setiap pola asuh yang diterapkan oleh setiap orang tua berbeda-beda, tapi dengan satu tujuan yaitu orang tua berharap anak-anak mereka akan menjadi orang sukses dikemudian hari. Akan tetapi alangkah baiknya orang tua dapat mengerti situasi dan kondisi yang sedang dialami anak sehingga pola asuh yang diterapkan tidak merugikan anak-anak dikemudian hari.

Penulis: 
MUSTIKAWATI, S.Kep
Sumber: 
Baumrind, suparyanto....how to construct children attitude
Tags: 
Karateristik pola asuh anak

Artikel

23/03/2018 | http://www.indonesiamediacenter.com/2017/10/indonesia-bicara-baik-perhumas-akan.html
27/12/2017 | wired Magazine
15/03/2016 | Wuri Handayani. S.Psi
1,973 kali dilihat
22/03/2016 | Dwi Ratna Lakitasari, S.Psi.
977 kali dilihat
22/03/2016 | Denny Kamajaya. S.sos
304 kali dilihat
14/12/2016 | MUSTIKAWATI, S.Kep
190 kali dilihat
06/06/2016 | Dwi Ratna Laksitasari, S.Psi
184 kali dilihat