Primary tabs

Penyuluhan Sosial Bina Program

Penyuluhan sosial adalah elemen penting dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Penyuluhan sosial dilakukan agar proses penyelenggaraan kesejahteraan sosial berjalan efektif sehingga program-program penyelenggaraan kesejahteraan sosial memiliki dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan. Penyuluhan sosial sebagai entry point, atau bagian dari proses yang terintegrasi secara komprehensif dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial merupakan langkah awal sebagai momentum bagi titik masuk pencapaian keberhasilan program-program yang diusung jajaran unit teknis di Dinas Kesejahteraan Sosial hingga jajaran pelaksana dan pemangku kepentingan di daerah.

          Berbagai macam permasalahan sosial yang melanda masyarakat Indonesia mulai dari permasalahan yang bersifat klasik sampai pada permasalahan yang bersifat kontemporer membuat pemerintah untuk segera menangani dan menuntaskannya.

          Seiring perkembangan teknologi, informasi dan budaya sosial, kini Indonesia dilanda masalah krusial yang sudah mencapai titik darurat, yaitu Napza, pornografi, dan Pekerja Migran Bermasalah. Dalam menanggapi permasalahan tersebut, Dinas Kesejahteraan Sosial mempunyai peran dan fungsi dalam mencegah terjadinya berbagai permasalahan sosial termasuk penyalahgunaan NAPZA, Pornografi, dan  Pekerja Migran Bermasalah.

Berkenaan meluasnya permasalahan sosial dan ketiga isu masalah yang menjadi prioritas ini, diharapkan terbentuk sistem pencegahan terhadap ketiga isu masalah tersebut yaitu permasalahan NAPZA, Pornografi, dan  Pekerja Migran Bermasalah di masyarakat melalui: 1) terbentuknya Pokja pencegahan permasalahan sosial NAPZA, Pornografi, dan  Pekerja Migran Bermasalah di tingkat desa; 2) terbentuknya Community Regulation (aturan di masyarakat) mengenai pencegahan NAPZA , Pornografi, dan  Pekerja Migran Bermasalah

  1. Maksud dan Tujuan
  1. Maksud
  2. emotivasi masyarakat Kecamatan Simpang Teritip. Kabupaten Bangka Barat  untuk dapat mengenal, mengetahui, memahami serta peduli dan mengkampanyekan kepada seluruh warga masyarakat sehingga masyarakat sekitarnya dapat menjadi masyarakat yang berada di lingkungan bebas dari permasalahan sosial khususnya pada pencegahan berkembangnya masalah NAPZA, Pornografi dan Pekerja Migran Bermasalah.
  3. Tujuan Umum
  1. Sebagai proses penyebarluasan informasi yang berkaitan dengan upaya perbaikan dan perubahan cara-cara penanganan masalah kesejahteraan sosial, demi tercapainya peningkatan kesejahteraan sosial individu, keluarga, kelompok, organisasi dan masyarakat.
  2. Penyuluhan sosial sebagai proses komunikasi yaitu baik secara lisan, tulisan maupun peragaan kepada kelompok sasaran.
  3. Penyuluhan sosial sebagai proses pemberian motivasi yaitu proses untuk menumbuhkan dan mendorong kemauan kelompok sasaran agar berperan secara aktif dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
  1. Tujuan Khusus
  1. Mendukung penyelenggaraan program kesejahteraan sosial di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
  2. Mencegah berkembang dan meluasnya permasalahan sosial di masyarakat termasuk permasalahan NAPZA, pornografi, dan pekerja migran bermasalah.
  3. Membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya dan pencegahan NAPZA, pornografi, dan pekerja migran bermasalah.
  4. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan NAPZA, pornografi, dan pekerja migran bermasalah di.
  5. Membangun kepekaan dan kepedulian masyarakat akan bahaya dan pencegahan NAPZA, pornografi, dan pekerja migran bermasalah.
  6. Meningkatkan koordinasi anggota masyarakat dalam melakukan pencegahan dan meluasnya permasalahan sosial termasuk permasalahan NAPZA, pornografi, dan pekerja migran bermasalah Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 

 

Sumber: 
Kasi Data dan Informasi
Penulis: 
Denny Kamajaya. S.Sos
Fotografer: 
Denny Kamajaya. S.Sos
Editor: 
Fitra Mayarini. S.St