Primary tabs

Pentingnya Konsumsi Air Putih Pada Jamaah Haji Lanjut Usia

Keberangkatan calon jamaah haji 2016 ke tanah suci semakin dekat. Jamaah lanjut usia (LANSIA) masih mendominasi calon jamaah haji indonesia tahun 2016. Dikutip dari jurnal haji, Kepala Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (KEMENKES), Muchtarudin Mansyur mengakui bahwa usia jamaah haji diatas 50 tahun mencapai 83 persen (Republika.co.id). Usia lansia merupakan usia yang rentan terhadap terjadinya berbagai masalah kesehatan. Haji merupakan rukun islam ke-5. Rangkaian ibadah dalam pelaksanaan ibadah haji sebagian besar adalah ibadah fisik sehingga memerlukan kondisi fisik yang prima. Dengan kondisi kesehatan yang prima maka jamaah haji khususnya lansia akan bisa mengerjakan ibadah dengan baik tanpa ada hambatan.  

Kepala Sub Bid. Informasi BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan prdiksi suhu di mekkah saat musim haji 2016 nanti bisa mencapai 50 ̊C (www.Jawapos.com). Sedangkan suhu di Indonesia biasanya berkisar 30- 35 ̊C.Prediksi suhu di mekkah tahun ini akan terasa begitu panas bagi jamaah haji Indonesia. Suhu cuaca yang tinggi akan berpengaruh terhadap kesehatan pada jamaah haji khususnya jamaah haji lansia. Dengan suhu cuaca yang tinggi akan mudah terjadi kekurangan cairan tubuh jika cairan didalam tubuh tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup. Asupan cairan dapat mudah didapatkan dengan mengkonsumsi air putih yang cukup.

Air merupakan bagian terbesar dari tubuh manusia.

Air merupakan bagian terbesar dari tubuh manusia, persentasenya dapat berubah tergantung pada umur, jenis kelamin dan derajat obesitas seseorang. Kandungan air dalam tubuh manusia sekitar 2/3  atau sekitar 60%- 70% dari berat tubuh. Kita tahu bahwa air merupakan komponen terbesar yang dibiutuhkan tubuh, namun banyak yang mengabaikannya dengan malas minum air putih. Pada jamaah haji terutama jamaah haji lansia, selama musim haji seringkali terlalu semangat menjalankan rangkaian ibadah baik wajib maupun sunnah sehingga malas minum air putih. Padahal air dalam tubuh sangatlah penting untuk membantu mengedarkan nutrisi serta oksigen ke sel-sel tubuh, memelihara organ-organ penting, membersihkan racun dan kotoran, memperbaiki metabolisme, dan mengatur suhu tubuh. Setiap orang harus selalu mengkonsumsi cairan cukup. Orang dewasa setidaknya harus mengkonsumsi cairan minimal 8 gelas sehari. Lansia sangat rentan terjadi kekurangan cairan. Proses penuaan yang normal cenderung menurunkan rasa haus,sehingga akan mengakibatkan masalah yang berhubungan dengan kekurangan cairan (dehidrasi). Beberapa gejala dehidrasi adalah kulit kering, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, lemas, cemas yang berlebihan.

Manfaat minum air putih

Air memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Manfaat minum air putih antara lain: kesehatan pencernaan, kesehatan jantung, peningkatan energi dan metabolisme tubuh, mengontrol berat badan, pencegahan penyakit. Minum air putih apalagi jika minum air putihnya di pagi hari maka seperti menyiram racun didalam perut, hati, usus dan ginjal. Dengan minum air putih di pagi hari akan menurunkan akumulasi asam lambung dalam perut. Selain itu air juga dapat meminimalkan kadar asam urat dalam ginjal dan memmpromosikan produksi empedu dalam hati. Hal ini akan mencegah batu ginjal dan batu empedu sebelum mulai terbentuk, serta menghindari penyakit asam urat. Minum air putih juga bisa menghindari terjadinya sembelit atau susah buang air besar. Salah satu penyebab utama serangan jantung adalah karena adanya penumpukan plak di dinding pembuluh darah di jantung yang dapat menghambat aliran darah jantung. Dengan minum air putih yang cukup maka aliran darah akan baik dan lancar. Sehingga kesehatan jantung akan lebih baik. Dengan minum yang cukup maka cairan dalam tubuhpun akan cukup sehingga produksi dan aliran darah akan lebih baik, proses pemecahan nutrisi lebih efektif, dan oksigen akan sampai ke sel-sel lebih cepat. Konsumsi air putih yang cukup akan memungkinkan ginjal berkerja semakin baik sehingga mengurangi resiko penyakit ginjal.Kekurangan cairan adalah salah satu penyebab penyakit seperti penyakit jantung, asma, diabetes. Kekurangan cairan (dehidrasi) berat bisa mengakibatkan kegagalan organ di otak, jantung, ginjal.

Akibat kurang minum air putih  pada lansia

Masalah yang sering terjadi jika kurang minum pada lansia adalah kekurangan cairan tubuh (dehidrasi), hal ini berhubungan dengan berbagai perubahan-perubahan yang dialami lansia, diantaranya adalah peningkatan jumlah lemak pada lansia, penurunan berbagai fungsi tubuh khususnya ginjal untuk memekatkan urine dan penurunan rasa haus. Tanda-tanda utama kekurangan cairan pada tubuh lansia antara lain: terjadi peningkatan suhu tubuh, peningkatan frekuensi pernafasan, peningkatan frekuensi denyut nadi, nadi lemah, halus, tekanan darah menurun, terjadi penurunan jumlah urine. Perubahan fisik yang bisa dilihat jika kekurangan cairan pada lansia, antara lain: kulit kering dan agak kemerahan, lidah kering dan kasar, mata cekung, penurunan berat badan secara drastis, turgor kulit menurun. Selain perubahan fisik di atas, kekurangan cairan bisa mengakibatkan hal-hal sebagai berikut: penurunan kesadaran, gelisah, lemah, pusing, tidak nafsu makan, mual dan muntah. Calon jamaah haji indonesia tahun 2016 masih didominasi lansia. Pada lansia semakin bertambah umur, maka akan terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan air dengan ras haus yang disebabkan oleh metabolisme tubuh yang melambat. Hampir semua reaksi di dalam tubuh memerlukan cairan. Bila konsumsi air sangat sedikit, maka tubuh akan terganggu. Oleh sebab itu agar metabolisme tubuh dapat berlangsung dengan normal, tubuh harus mendapatkan masukan cairan yang cukup setiap hari untukmenggantikan cairan yang hilang. Berdasarkan pembahasan di atas, untuk itu disarankan pada jamaah haji khususnya lansia sebaiknya mengontrol asupan air yang cukup ke dalam tubuh.  Jumlah air yang cukup dan optimal adalah 8 gelas/ hari.

Penulis: 
Juwita s.Kep., Ners
Sumber: 
republika.co.id, jawapos

Artikel

23/03/2018 | http://www.indonesiamediacenter.com/2017/10/indonesia-bicara-baik-perhumas-akan.html
27/12/2017 | wired Magazine
15/03/2016 | Wuri Handayani. S.Psi
1,973 kali dilihat
22/03/2016 | Dwi Ratna Lakitasari, S.Psi.
977 kali dilihat
22/03/2016 | Denny Kamajaya. S.sos
304 kali dilihat
14/12/2016 | MUSTIKAWATI, S.Kep
186 kali dilihat
06/06/2016 | Dwi Ratna Laksitasari, S.Psi
184 kali dilihat