Primary tabs

PEMBERIAN ASI PADA BAYI DENGAN KONDISI IBU YANG BEKERJA

Menurut WHO/UNICEF, cara pemberian makan pada bayi yang baik dan benar adalah mulai segera menyusui dalam 1 jam setelah lahir, menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan, mulai umur 6 bulan,bayi mendapat Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya dan  meneruskan menyusui anak sampai umur 24 bulan. ASI adalah makanan bayi ciptaan Tuhan sehingga tidak dapat digantikan dengan makanan dan minuman yang lain. ASI merupakan makanan bayi yang terbaik dan setiap bayi berhak mendapatkan ASI, dan untuk mempromosikan pemberian ASI, maka Kementerian Kesehatan telah menerbitkan surat keputusan Menteri Kesehatan nomor: 450/Menkes/SK/IV/2004 tentang Pemberian ASI secara eksklusif pada bayi di Indonesia. Pada tahun 2012 telah terbit Peraturan Pemerintah (PP) nomor 33 tentang Pemberian ASI Eksklusif dan telah diikuti dengan diterbitkannya 2 (dua) Peraturan Menteri Kesehatan yaitu : Permenkes Nomor 15 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui Dan/Atau Memerah Air Susu Ibu dan Permenkes Nomor  39 Tahun 2013 tentang Susu Formula Bayi dan Produk Bayi Lainnya (gizikia.depkes.19 Maret 2014). ASI Eksklusif sangat banyak manfaatnya, namun masih banyak yang belum memberikan perhatian yang serius terhadap manfaat tersebut. Iklan yang menawarkan susu formula dan  ironisnya banyak pula tenaga kesehatan yang juga tidak memperhatikan tersebut bahkan malah mendorong penggunaan susu formula baik secara langsung menawarka ataupun memisahkan perawatan ibu dan anak.  Sampai sekarangpun hal tersebut masih menjadi isu terkini. Hakekatnya penurunan AKB yang masih tinggi juga dapat diturunkan dengan ASI Eksklusif dimana akan semakin banyak bayi yang sehat dan otomatis akan mengurangi kejadian kesakitan dan menurunkan AKB (Jurnal Diah, 19 Maret 2014).

ASI Ekslusif adalah perilaku dimana hanya memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sampai umur 6 (enam) bulan tanpa makanan dan ataupun minuman lain kecuali sirup obat. ASI sangat penting bagi bayi karena ASI merupakan satu-satunya makanan yang paling mudah dicerna oleh usus bayi, tidak menyebabkan alergi, dan mempunyai kandungan antibodi yang dapat melindungi bayi dari penyakit. Selain itu ASI diketahui dapat meningkatkan kecerdasan anak karena kandungan AA dan DHA nya yang tinggi. Selain manfaat bagi bayi, ASI juga memiliki manfaat bagi ibu antara lain mempercepat kembalinya rahim ke ukuran semula, sebagai KB alami, menurunkan resiko terjadinya kanker payudara dan mempererat hubungan psikologis antara ibu dan bayinya (Kesehatan. Kompasiana, 28 Maret 2014).

  • Manfaat Pemberian ASI

a. Manfaat pemberian ASI Untuk Bayi, Segera (Tom Lissauer,2006: 53) :

  1. Meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi
  2. Memiliki komposisi nutrisi yang ideal
  3. Mengandung faktor imun (misalnya IgA sekretorik)
  4. Mengurangi gasrtroenteritis, dan mungkin infeksi lainnya
  5. Intoleransi makanan yang lebih sedikit
  6. Mengurangi insidensi enterokolitis nekrotikans pada bayi preterm
  7. Meningkatkan produksi keton sebagai substrat energy alternative pengganti glukosa pada hari-hari pertama kehidupan 
  8. Dapat menurunkan insidensi dan keparahan  eksim dan asma, namun bukti-bukti mengenai hal ini masih bertentangan.
  9. Kejadian obesitas, diabetes mellitus tergantung insulin (tipe 1), dan      penyakit usus inflamasi (penyakit chron dan colitis ulseratif) lebih kecil
  10. IQ (intelligence quotient) menigkat 6-8 poin jika diberi ASI
  11. ASI mempunyai kandungan yang sangat bervariasi yang dipengaruhi oleh diet utama ibu selama kehamilan, tingkat nutrisi ibu, dan saat diberikannya ASI kepada bayi. ASI yang dikeluarkan pada 7 hari pertama setelah bayi lahir disebut KOLOSTRUM. Kolostrum sangat baik diberikan pada bayi baru lahir karena mengandung banyak antibodi dan sel darah putih, serta vitamin A yang diperlukan bayi karena dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi dan alergi (Indonesia Menyusui, 28 Maret 2014).
  12. Menyusui memberikan beberapa keuntungan bagi bayi. Sebagai makanan bayi yang paling sempurna, ASI mudah dicerna dan diserap karena mengandung enzim pencernaan, dapat mencegah terjadinya penyakit infeksi karena mengandung zat penangkal penyakit antara lain immunoglobulin, praktis dan mudah memberikannya, serta murah dan bersih. Selain itu ASI mengandung rangkaian asam lemak tak jenuh yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak. ASI selalu berada dalam suhu yang tepat, tidak menyebabkan alergi, dapat mencegah kerusakan gigi, mengoptimalkan perkembangan bayi, dan meningkatkan hubungan ibu dan bayi

b. Manfaat pemberian ASI untuk ibu :                                             

  1. Memperkuat ikatan ibu-bayi
  2. Penurunan berat badan postpartum yang lebih cepat
  3. Menurunkan risiko osteoporosis
  4. Menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium
  5. Memperpanjang jarak antar kehamilan, yang sangat penting dinegara berkembang
  • Persiapan Pemberian ASI

            a. Menjelang Ibu Bekerja

Pada masa nifas sampai 2 minggu menjelang ibu bekerja, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan, antara lain (public.article, 20 Maret 2014) :

  1. Menyusui bayi langsung dari payudara. Hindari — empeng/dot, botol susu dan minuman lain selain ASI
  2. Mengkonsumsi cairan cukup, makanan yang bergizi dan hindari stres agar produksi ASI tidak terganggu
  3. Relaksasi selama 20 menit setiap hari di luar waktu memerah ASI
  4. Memakai pakaian yang memudahkan ibu untuk memerah ASI
  5. Berlatih cara memerah ASI menggunakan tangan, pompa manual     ataupun pompa elektrik kemudian perhatikan berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengosongkan payudara.Biasanya diperlukan 15-20 menit untuk mengosongkan kedua payudara. Latihan memerah ASI ini dapat dimulai sejak saat ASI pertama keluar atau payudara mulai terasa penuh yang pada umumnya terjadi di minggu pertama setelah kelahiran
  6. Menetapkan jadwal memerah ASI, biasanya setiap 3-4 jam
  7. ASI yang diperah dapat dibekukan untuk persediaan atau tambahan saat ibu mulai bekerja
  8. Berlatih memberikan ASI perah melalui cangkir, sendok, atau pipet pada jam kerja. ASI perah sebaiknya tidak diberikan dengan botol karena akan menganggu penyusuan langsung dari payudara.
  9. Menghisap dari botol berbeda dengan menyusu langsung dari ibu
  10. Mencari pengasuh (nenek, kakek, anggota keluarga lain, baby sitter, pembantu) yang dapat memberikan ASI dan menjaga bayi selama ibu bekerja. Satu sampai dua minggu menjelang ibu bekerja, biarkan pengasuh menghabiskan waktu lebih sering
    dengan bayi agar mereka dapat lebih mengenal satu dengan lainnya. Melatih pengasuh bayi agar trampil memberikan ASI perah dengan cangkir, sendok atau pipet
  11. Bila tidak ada pengasuh, ibu sebaiknya mencari tempat penitipan anak.

b. Selama ibu bekerja

        Lakukan dengan rutin hal-hal yang dirasakan mendukung kegiatan menyusui seperti pada waktu menjelang bekerja ditambah dengan beberapa hal berikut:

  1. Berusaha agar pertama kali kembali bekerja pada – akhir pekan sehingga hari kerja ibu pendek dan ibu dapat lebih menyesuaikan diri
  2. Berusaha agar tidak menumpuk pekerjaan sehingga ibu tidak stres
  3. Berusaha untuk istirahat cukup, minum cukup serta mengkonsumsi     makanan bergizi
  4. Menyusui bayi di pagi hari sebelum meninggalkan bayi ke tempat kerja dan pada saat pulang kerja
  5. Menyusui bayi lebih sering di sore/malam hari dan pada hari libur agar   produksi ASI lebih lancar serta hubungan ibu-bayi menjadi lebih dekat
  6. Mempersiapkan persediaan ASI perah di lemari es selama ibu bekerja
  7. Berusaha agar dapat memerah ASI setiap 3 jam selama ibu bekerja
  8. Bila tidak ada pompa/pemerah ASI di tempat kerja, siapkan pompa/pemeras ASI, wadah penyimpan ASI dan pendinginnya sebelum pergi bekerja
  9. Memerah ASI di ruangan yang nyaman sambil memandang foto bayi atau mendengarkan rekaman tangis bayi
  10. Mendiskusikan masalah yang dialami dengan ibu bekerja lainnya atau dengan atasan agar dapat mencari jalan keluar
  • Memerah, menyimpan dan memberikan ASI                                              

a. Petunjuk Umum

  1. Sebelum memerah selalu jangan dilupakan untuk mencuci tangan dengan baik dan menyiapkan wadah untuk menampung ASI hasil perahan. Wadah tersebut sebelumnya sudah dicuci dengan air panas mengandung sabun dan telah dibilas.
  2. ASI perah dibagi dan disimpan dalam jumlah yang lebih sedikit (60-120 mL) sehingga tidak perlu membuang ASI yang tidak dihabiskan. Jumlah ASI yang diberikan disesuaikan dengan  usia bayi, semakin besar usia bayi semakin besar jumlah yang diberikan setiap kali minum, tapi sebaiknya sediakan juga persediaan ASI ekstra.
  3. ASI perah yang dikeluarkan dalam hari yang sama dapat digabung menjadi satu. Caranya adalah dengan mendinginkan ASI yang baru diperah minimal 1 jam dalam lemari es/kulkas
    kemudian dapat ditambahkan ke dalam ASI sebelumnya yang sudah didinginkan dalam wadah. Jangan menambahkan ASI yang hangat ke dalam ASI yang sudah dibekukan.
  4. ASI yang diperah pada hari yang berbeda disimpan dalam wadah yang berbeda. Jangan mengisi penuh wadah dengan ASI karena saat ASI yang  sudah  beku  dapat  mengembang.
    Setelah itu beri label tahan air pada wadah ASI dengan menuliskan tanggal ASI diperah dan nama anak (bila akan dititipkan di tempat penitipan).
  5. Saat penyimpanan ASI akan terpisah kandungannya, karena tidak homogen. Lapisan atas yang mengandung krim akan lebih berwarna putih dan lebih kental Sebelum diberikan
    pada bayi, kocok dengan lembut wadah yang berisi ASI sampai tercampur rata. Jangan mengocok dengan kuat.
  6. Warna ASI bisa berbeda setiap harinya tergantung dari diet ibu. ASI dapat terlihat kebiruan, kekuningan atau kecoklatan. ASI yang dibekukan juga mempunyai bau yang berbeda dari
    ASI segar. Tidak ada alasan membuang ASI selama bayi masih mau meminumnya.

b. Petunjuk Memerah ASI

            Ada berbagai cara untuk memerah ASI. Sebaiknya semua metode didemonstrasikan kepada para ibu sehingga para ibu dapat mencoba dan memilih metode memerah ASI yang paling
sesuai dengan dirinya. Cara yang bersih dan praktis adalah memerah dengan tangan. Cara memerah ASI dengan tangan adalah sebagai berikut:

  1. Cuci tangan sebelum memerah ASI
  2. Sediakan mangkuk bersih bermulut lebar dan letakkan mangkok di dekat payudara
  3. Letakkan ibu jari di atas areola sedangkan jari lain di bawah areola
  4. Tekan ke arah dada
  5. Tekan dengan sedikit mengurut ke arah puting sampai ASI memancar keluar dan tertampung dalam mangkuk
  6. Ubah posisi jari ke jam 3 dan jam 9, dan mulai lagi memerah
  7. Jangan sampai terasa sakit
  8. Perah satu payudara selama 3-5 menit, kemudian beralih ke payudara lainnya
  9. Demikian seterusnya bergantian sampai payudara terasa kosong (20-30 menit)

        Selain itu ASI dapat diperah dengan pompa/pemeras manual atau elektrik. Pompa/pemeras elektrik harganya cukup mahal dan biasanya hanya tersedia di rumah sakit atau rumah bersalin. Pompa/pemeras manual biasanya lebih praktis dan lebih terjangkau. Perlu diingat bila dibandingkan dengan harga susu formula dan biaya pengobatan anak sakit, maka pompa/pemeras akan menjadi pilihan utama para ibu bekerja.

c. Wadah Penyimpanan ASI

Wadah yang dianjurkan untuk menyimpan ASI adalah yang keras, terbuat dari kaca atau plastik keras sehingga dapat menyimpan ASI untuk jangka waktu yang lama. Kantung plastik khusus sebagai wadah penyimpanan ASI dapat dipergunakan untuk jangka pendek yaitu kurang dari 72 jam. Penggunaan kantung plastik untuk jangka waktu yang lama tidak dianjurkan karena plastik tersebut dapat tumpah, bocor, terkontaminasi dan beberapa komponen ASI dapat menempel pada kantung plastik tersebut sehingga nilai gizi ASI berkurang. Selain itu wadah penyimpanan ASI sebaiknya kedap udara.

d. Petunjuk Penyimpanan ASI

ASI banyak mengandung zat gizi, zat anti bakteri dan anti virus sehingga perlu diperhatikan cara penyimpanan ASI sebagai berikut:

  1. ASI dapat disimpan pada suhu ruangan ≤ 25°– C selama 6-8 jam. Kalau suhu ruangan >25°C tahan 2-4 jam. Wadah ASI harus ditutup dan dibiarkan dingin.
  2. ASI dapat disimpan dalam insulated cooler bag dengan ice packs selama 24 jam.
  3. ASI dapat disimpan dalam lemari es/kulkas (4°C) sampai5 hari.
  4. ASI dapat disimpan dalam freezer dengan tipe :
    Bagian freezer terletak di dalam lemari es/kulkas (-15°C) selama 2 minggu, Freezer dan lemari es/kulkas mempunyai pintu yang berbeda (-18°C): selama 3-6 bulan, Deep freezer yang jarang dibuka dan temperaturnya tetap ideal (-20°C) selama 6-12 bulan, Namun ada beberapa bukti yang menyatakan bahwa lemak dalam ASI dapat mengalami degradasi sehingga kualitas ASI menurun.
  5. Petunjuk penyimpanan ASI diatas adalah untuk bayi cukup bulan yang sehat, tidak untuk bayi yang dirawat di rumah sakit atau bayi prematur.

e. Petunjuk menghangatkan ASI

             ASI yang paling lama disimpan yang pertama diberikan (first in first out). Cara menghangatkan ASI beku adalah dengan menurunkan ke dalam lemari es/ kulkas (suhu 4°C) pada malam sebelum digunakan agar mencair kemudian sebelum digunakan hangatkan dengan menempatkan wadah penyimpanan ASI pada air hangat yang mengalir atau mangkuk yang berisi air hangat. Diusahakan jangan sampai air hangat pada mangkuk menyentuh bibir wadah penyimpanan ASI. Dalam menghangatkan ASI sebaiknya tidak menggunakan microwave oven atau kompor untuk memanaskan ASI karena tindakan tersebut dapat meninggalkan noda serta menghancurkan antibodi yang terkandung di dalam ASI.

             Sebelum diberikan pada bayi wadah penyimpanan ASI dikocok/digoyang dengan lembut untuk mencampur krim kembali dan panas terdistribusi merata, dan jangan mengaduk ASI.

             Sisa ASI pada wadah yang tidak dihabiskan saat menyusui tidak boleh dipergunakan ulang dan tidak diajurkan membekukan kembali ASI setelah dicairkan atau dihangatkan.

  • Kesimpulan

Pemberian ASI eksklusif sangatlah penting bagi pertumbuhan anak, walaupun ibu seorang wanita karir bukanlah alasan untuk tidak dapat memberikan ASI eksklusf kepada bayi.Dengan cara penyimpanan ASI yang telah diuraikan diatas semoga dapat bermanfaat dan membantu para ibu-ibu wanita karir memberikan ASI kepada bayi-bayinya secara eksklusif. Sehingga bayi- bayi yang ditinggalkan tetap mendapatkan haknya untuk mendapatkan ASI.

 

 

Penulis: 
MUSTIKAWATI, S.Kep
Sumber: 
Departemen Kesehatan RI, Jurnal Kesehatan, Kompasiana

Artikel

23/03/2018 | http://www.indonesiamediacenter.com/2017/10/indonesia-bicara-baik-perhumas-akan.html
27/12/2017 | wired Magazine
15/03/2016 | Wuri Handayani. S.Psi
1,973 kali dilihat
22/03/2016 | Dwi Ratna Lakitasari, S.Psi.
977 kali dilihat
22/03/2016 | Denny Kamajaya. S.sos
304 kali dilihat
14/12/2016 | MUSTIKAWATI, S.Kep
186 kali dilihat
06/06/2016 | Dwi Ratna Laksitasari, S.Psi
184 kali dilihat