Primary tabs

ONE DAY FOR CHILDREN 2017: Shine as a star wherever you are

Setiap tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Peringatannya banyak dilakukan di berbagai daerah. Berbagai kegiatan digelar untuk memperingatinya dengan tujuan utama untuk menghibur anak-anak Indonesia di hari spesialnya itu. Kementerian Sosial Republik Indonesia memiliki kegiatan sendiri untuk peringatan Hari Anak Nasional yang rutin diadakan setiap tahunnya yaitu One Day for Children. Tema One Day for Children tahun 2017 ini adalah Shine Like a Star No Matter Wherever You Are (Bersinar Seperti Bintang Tak Peduli Dimanapun Kamu Berada).

Tema ini diangkat untuk mendorong motivasi anak-anak Indonesia untuk dapat berprestasi dan menjadi bintang dimana pun ia berada dan darimana pun ia berasal. Dibalik kalimat singkat tersebut terdapat makna harapan bagi anak-anak Indonesia agar dapat menggali dan mengembangkan potensinya masing-masing.

Namun, dalam proses tersebut orang tua dan lingkungan harus tetap memperhatikan perlindungan terhadap hak anak. Mengingat bahwa anak sebagai individu yang unik, berbeda satu dengan yang lainnya. Anak memiliki potensi dan bakatnya masing-masing, sehingga tidak tepat memaksa anak untuk dapat memiliki kemampuan yang sama seperti anak lainnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu dukungan semua pihak dimulai dari lingkaran terkecil yang pertama dikenal anak, yaitu keluarga.

Keluarga merupakan titik awal dalam perkembangan seorang anak. Pembentukan mental, akhlak dan kognitif diawali dari pendidikan dari dalam keluarganya. Keluarga dan lingkungan tumbuh kembang yang kondusif memiliki pengaruh positif pada perkembangan anak untuk menjadi individu yang berkembang sesuai tahapan usianya.

Anak yang difasilitasi dan didukung dengan baik akan menjadi anak yang bertumbuh sesuai tahapan usianya. Ketika anak mampu mengeksplorasi stimulus dari lingkungannya dengan baik maka anak dapat mengembangkan kemampuannya dan “bersinar” sesuai harapan orang tuanya. Namun demikian, lingkungan Indonesia yang pada dasranya memiliki beraneka ragam latar belakang saat ini dalam kondisi yang tidak sepenuhnya kondusif untuk perkembangan anak. Mulai dari keadaan lingkungan sosial yang rentan dengan tindakan kriminal, dan bencana alam yang menimpa beberapa daerah di Indonesia membuat anak-anak Indonesia terkadang harus menghadapi kondisi yang menyulitkan mereka untuk mengksplorasi stimulus-stimulus yang dapat menjadi faktor pendukung perkembangan ke arah yang baik.

Tentu saja tanggung jawab itu tidak hanya menjadi beban keluarga, tetapi juga bersinergi dengan lingkungan masyarakat membentuk suatu gerakan yang peduli dan melindungi hak-hak anak dalam pemenuhan kebutuhan berkembangnya. Selain itu tidak lupa peran pemerintah sebagai penyedia kebijakan yang mempunyai wewenang dan kekuasaan dalam mengatur dan menentukan suatu kebijakan dan aturan yang berfungsi dalam mendukung perlindungan dan perkembangan anak. Sehingga, anak dapat tumbuh menjadi anak yang berfungsi sosial dengan baik dan dapat bersinar dimana pun mereka berada dan dari manapun mereka berasal

Penulis: 
Dwi Ratna Laksitasari, S.Psi
Sumber: 
aneka sumber

Artikel

15/03/2016 | Wuri Handayani. S.Psi
1,701 kali dilihat
22/03/2016 | Dwi Ratna Lakitasari, S.Psi.
889 kali dilihat
22/03/2016 | Denny Kamajaya. S.sos
286 kali dilihat
06/06/2016 | Dwi Ratna Laksitasari, S.Psi
177 kali dilihat
24/04/2015 | Wuri Handayani, S.Psi
177 kali dilihat