Primary tabs

Mengenal Jabatan Sosial Pekerja Sosial

“MENGENAL JABATAN FUNGSIONAL PEKERJA SOSIAL”

                       Sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan, Pegawai ASN memiliki peranan penting untuk melaksanakan roda pemerintahan. Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Provinsi, Kabupaten dan Kota sebagai salah satu lembaga pemerintah pusat dan daerah mempunyai visi dan misi serta bertugas memberikan pelayanan Kesejahteraan Sosial kepada masyarakat. Pembangunan Kesejahteraan Sosial dilaksanakan dalam upaya menanggulangi permasalahan sosial yang sekarang cenderung ke arah permasalahan yang semakin kompleks. Program-program Kesejahteraan Sosial yang diluncurkan sebagai upaya dalam menanggulangi permasalahan yang dihadapi oleh Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

            Menjadi hal penting, bahwa pelaksana pembangunan kesejahteraan sosial adalah Sumber Daya Manusia yang kompeten sebagai salah satu unsur penggerak. Oleh karena itu, Kementerian Sosial RI mengeluarkan keputusan mengenai Jabatan Fungsional Tertentu yaitu Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial. Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) atau sekarang dalam UU ASN disebut sebagai jabatan fungsional saja merupakan sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu. Pekerja Sosial merupakan salah satu dari 120 Jabatan Fungsional Tertentu (Kemenpan & RB, tahun 2014) dengan Kementerian Sosial RI sebagai Instansi Pembina. Pada kesempatan ini, Kita akan membahas mengenai jabatan fungsional Pekerja Sosial.

Pekerja Sosial adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan upaya Kesejahteraan Sosial dilingkungan instansi pemerintah maupun badan/organisasi sosial lainnya. Untuk menunjang optimalitas kinerja Pekerja Sosial dalam pemberian layanan Kesejahteraan Sosial yang professional, maka di aturlah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : Kep/03/M PAN/1/2004 tentang Jabatan Fungsional Pekerja Sosial dan angka kreditnya, serta Keputusan Bersama Menteri Sosial dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor :05/HUK/2004 dan Nomor : 09 tahun 2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pekerja Sosial dan Angka Kreditnya. Dalam melaksanakan pekerjaannya, Pekerja Sosial memberikan pelayanan kesejahteraan sosial yaitu serangkaian kegiatan pelayanan yang diberikan terhadap individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat yang membutuhkan atau mengalami permasalahan sosial baik yang bersifat pencegahan, pengembangan maupun rehabilitasi guna mengatasi permasalahan yang dihadapi dan atau memenuhi kebutuhan secara memadai sehingga mampu menjalankan fungsi sosialnya secara wajar.

Untuk dapat diangkat menjadi seorang Pekerja Sosial, terdapat beberapa syarat pengangkatan. Syarat Pengangkatan ke dalam Jabatan Fungsional Pekerja Sosial dapat melalui        2 (dua) cara yaitu Pengangkatan Pertama Kali dalam Jabatan Fungsional Pekerja Sosial melalui formasi CPNS dan Pengangkatan melalui perpindahan dari jabatan lain ke dalam jabatan fungsional Pekerja Sosial. Adapun syarat untuk di angkat ke dalam jabatan fungsional tertentu Pekerja Sosial antara lain :

  1. Syarat Pengangkatan Pertama Kali dalam Jabatan Fungsional Pekerja Sosial melalui formasi CPNS

A.1 Pekerja Sosial tingkat terampil

  1. Berijazah serendah-rendahnya Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)/Diploma I sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan;
  2. Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda, golongan ruang II/a;
  3. Telah mengikuti dan lulus diklat fungsional di bidang pelayanan Kesejahteraan Sosial;
  4. Setiap unsur penilaian pekerjaan dalam DP 3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

A.2 Pekerja Sosial tingkat ahli

  1. Berijazah serendah-rendahnya Sarjana (S-1)/Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan
  2. Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda, golongan ruang III/a
  3. Telah mengikuti dan lulus diklat fungsional di bidang pelayanan Kesejahteraan Sosial;
  4. Setiap unsur penilaian pekerjaan dalam DP 3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.
  1. Syarat pengangkatan melalui perpindahan dari jabatan lain ke dalam jabatan fungsional Pekerja Sosial :
  1. Memenuhi syarat dalam point A.1 dan A.2;
  2. Memiliki pengalaman dibidang pelayanan Kesejahteraan Sosial sekurang-kurangnya selama 2 (dua) tahun;
  3. Usia setingi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya
  4. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.

(Sumber : Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor :KEP/03/M.PAN/1/2004 tentang Jabatan Fungsional Pekerja Sosial dan Angka Kreditnya)

     

           Dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya, Pekerja Sosial senantiasa mengembangkan kompetensinya, agar dapat mengoptimalkan pemberian layanan Kesejahteraan Sosial. Sesuai dengan UU ASN nomor 05 Tahun 2014 keberadaan jabatan fungsional memiliki posisi yang strategis dan memberikan keleluasaan untuk pengembangan jabatan fungsionalnya. Pengembangan jabatan fungsional termasuk Pekerja Sosial dilakukan agar setiap pejabat fungsional meningkatkan kinerjanya sesuai dengan tujuan dan sasaran organisasi.

Dalam pembinaan karier sebagai pejabat fungsional Pekerja Sosial, Pekerja Sosial melaksanakan butir-butir kegiatan yang sesuai dengan jenjang dan tugas yang menjadi kewenangannya. Butir-butir kegiatan ini lah yang akan menghasilkan angka kredit yang harus dicapai oleh Pekerja Sosial dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya.

Selain melaksanakan butir-butir kegiatan, Pekerja Sosial dapat meningkatkan kompetensinya dengan mengikuti Diklat-Diklat yang berhubungan dengan pelayanan kesejahteraan sosial. Untuk kalender pelaksanaan diklat ini, Pekerja Sosial dapat berkoordinasi dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS Lembang Bandung). Selain mengikuti Diklat, Pekerja Sosial juga dapat  melakukan pengembangan profesi dengan membuat karya tulis mengenai issue-issue yang sedang berkembang pada saat ini, penyaduran buku dan masih banyak lagi.

Dengan tidak mengesampingkan pembinaan karier seorang Pekerja Sosial dengan berbagai tahapan dalam pengembangan kompetensi dan jenjang karier, seorang Pekerja Sosial dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya, tetap mengedepankan konsep “TO HELP PEOPLE, TO HELP THEMSELVES”.

 

           

 

 

Penulis: 
Wuri Handayani. S.Psi
Sumber: 
Aturan Perundangan Jabatan Pekerja Sosial
Tags: 
Selayang Pandang Jafung Peksos

Artikel

23/03/2018 | http://www.indonesiamediacenter.com/2017/10/indonesia-bicara-baik-perhumas-akan.html
27/12/2017 | wired Magazine
15/03/2016 | Wuri Handayani. S.Psi
1,973 kali dilihat
22/03/2016 | Dwi Ratna Lakitasari, S.Psi.
977 kali dilihat
22/03/2016 | Denny Kamajaya. S.sos
304 kali dilihat
14/12/2016 | MUSTIKAWATI, S.Kep
190 kali dilihat
06/06/2016 | Dwi Ratna Laksitasari, S.Psi
184 kali dilihat