Primary tabs

GERAKAN NASIONAL REHABILITASI 100.000 PENGGUNA NARKOBA

Pangkalpinang – “Ketika melaporkan kepada lembaga yang berhak menerima laporan, akan dijamin pengguna narkoba tidak menjalani hukuman penjara. Pengguna dapat menjalani rehabilitasi, sehingga menjadi baik kembali. Kita akan kawal ini!” tegas Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung usai Deklarasi Program Gerakan Nasional Rahabilitasi 100.000 Pengguna Narkoba di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di halaman Kantor Gubernur, Senin (11/5/2015).

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung juga berjanji akan mengawal program Gerakan Nasional Rahabilitasi 100.000 Pengguna Narkoba. Orang tua yang anaknya pengguna narkoba jangan takut melaporkan, agar anaknya dapat menjalani rehabilitasi. Pasalnya jika ini dibiarkan dapat menghilangkan generasi penerus dan pemimpin bangsa.

Indonesia sudah menyatakan darurat narkoba. Ia menjelaskan, harus disadari terdapat sekitar 50.000 per hari masyarakat meninggal akibat kecanduan narkoba. Sebanyak 14.000 pecandu narkoba direhabilitasi dalam setahun. Jika kondisi ini dibiarkan, Indonesia kehilangan beberapa generasi untuk membangun dan pemimpin bangsa ke depan.

Sehingga orang tua mempunyai tugas yang sangat penting untuk memerangi narkoba. Tak hanya itu, menurut Gubernur, tokoh-tokoh agama juga dapat memberikan nasihat melalui dakwahnya. Ini merupakan gerakan nasional, jadi suka dan tidak suka semua komponen mulai dari penegak hukum, akademisi hingga masyarakat Bangka Belitung untuk satu kata perang terhadap narkoba.

Pemerintah siap mengawal program ini. Ia menambahkan, dengan deklarasi ini pemerintah memberi jaminan agar pecandu narkoba menjalani rehabilitasi. Jadi sebagai orang tua jangan takut melaporkan anaknya yang kecanduan narkoba agar dapat menjalani rehabilitasi. Komitmen juga diberlakukan untuk lingkungan pemerintah provinsi.

“Pegawai yang terlibat kasus narkoba akan diberikan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil,” jelasnya.

Deklarasi Rehabilitasi

Sebelumnya, saat membacakan Deklarasi Program Gerakan Nasional Rahabilitasi 100.000 Pengguna Narkoba di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gubernur menyebutkan, saat ini Indonesia dalam kondisi darurat narkoba. Penyalagunaan narkoba yang melaporkan kepada institusi penerima wajib lapor tidak dituntut pidana, namun akan direhabilitasi agar pulih seperti sediakala.

Ia menegaskan, pemerintah bersama seluruh rakyat Indonesia melaksanakan kegiatan ini secara sinergis untuk merehabilitasi 100.000 penyalahgunaan narkoba, sehingga terwujud kinerja bersih dari narkoba. Pemerintah mendorong masyarakat melaksanakan hidup sehat tanpa narkoba.

Dukungan juga berdatangan dari tokoh agama, organisasi pemuda, mahasiswa dan masyarakat. Saat menbacakan dukungan terhadap program ini, Effendi, S.Pd Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan, seluruh komponen masyarakat harus mendukung pemerintah karna sekarang ini Indonesia telah darurat narkoba. Selain itu kami juga mendukung agar pengguna yang melapor kepada institusi wajib lapor, tidak dituntut pidana namun mendapatkan perawatan hingga pulih.

Dukungan juga dilakukan agar Indonesia bersih narkoba. “Kami rakyat Indonesia mendukung pemerintah mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk melaksanakan pola hidup sehat tanpa narkoba,” tegasnya.

Sumber: 
Dinkessos Babel
Penulis: 
Denny Kamajaya. S.Sos
Fotografer: 
Denny Kamajaya. S.Sos
Editor: 
Fitra mayarini