Primary tabs

Forum Tematis Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah (Bakohumas)

Palembang, Forum Tematis Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah (Bakohumas) yang digelar di Hotel Novotel, Palembang pada 9-10 Juni 2015, dihadiri sekitar 400 peserta dari pejabat humas Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi, Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia. Forum Tematis kali ini menghadirkan narasumber yang akan banyak berbicara mengenai program gerakan nasional revolusi mental secara makro.

“Terkait revolusi mental yang berbicara diantara Menteri Bappenas yang diwakili staf khusus, pejabat dari Kemenko PMK dan staf khusus Mensesneg, forum kali ini juga membahas konsep komunikasi publik dan komunikasi politik,” imbuh Freddy H. Tulung.

Terkait komunikasi publik dan politik menghadirkan pembicara diantaranya Ketua Bakohumas sekaligus Dirjen IKP Kominfo Freddy H. Tulung, juru bicara Presiden dan tim komunikasi Presiden, sedangkan tema terakhir mengenai Jabatan Fungsional Pranata Humas menghadirkan pembicara dari Kemenkominfo, Kemenpan dan BKN, Menurut Dirjen IKP Kominfo (Freddy), acara kali ini terselenggara atas kerjasama yang baik antara Kemenkominfo dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan penyelenggaraan adalah memberikan pemahaman komprehensif dan panduan komunikasi bagi anggota humas pemerintah dalam sosialisasi program revolusi mental, Selain itu menjadi wadah koordinasi peningkatan kapasitas kelembagaan humas dan jabatan fungsional Pranata Humas (JFPH) dalam konteks Good Government Public Relation (GPR), “harapannya pertemuan ini akan memunculkan inisiasi aksi bersama anggota humas pemerintah,” jelasnya. Mengingat begitu pentingnya acara ini secara eksplisit Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial H.A. Roni Rachman. SH. MH sengaja mengutus pejabat fungsional pranata humas dalam upaya peningkatan keilmuan demikian tandasnya.

Forum Tematis Bakohumas digelar selama dua hari yakni Selasa (9/6) hingga Rabu (10/6). Forum ini selain dihadiri dan dibuka langsung oleh Menkominfo Rudiantara, hadir pula Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Staf Khusus Mensesneg bidang Komunikasi, AA. GN. Ari Dwipayana, Sekretaris Kemenko PMK Sugihartatmo, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Fredy H Tulung, Staf Ahli Bappenas hingga Pejabat dan pengelola kehumasan kementerian/lembaga pemerintah.  H Alex Noerdin menghadiri pembukaan Forum Tematik Bakohumas Tahun 2015 dengan tema “Peran Strategis Government Public Relations (GPR) dalam Mensosialisasikan Kebijakan Revolusi Mental” yang diselenggarakan oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Hotel Novotel Palembang. Selasa.

“Tentunya, mempunyai banyak tantangan untuk komunikasi dengan publik antara lain pertama dari sisi organisasi. Jumlah pranata kehumasan di seluruh Indonesia yang koordinatori oleh Bakohumas menurun jumlahnya dari sekitar 10.000 pada 5 tahun yang lalu sekarang tinggal sekitar 800. Jadi orangnya semakin sedikit,” jelas Rudiantara seraya menambahkan, perubahan-perubahan inilah yang kita sikapi. Bagaimana caranya kita menyikapi kedepannya, antara lain salah satuya dengan menerapkan Government Public Relations (GPR). GPR adalah bagaimana memberdayakan dari yang ada sekarang, bagaimana Pemerintah Pusat membuat Agenda Setting.

“Contohnya, menjelang lebaran, Kominfo yang menjadi dapur untuk agenda setting untuk GPR, itu menyiapkan agenda setting. Menteri apa yang harus bicara apa, Menteri apa harus melakukan hal apa. Karena kalau kita memasuki bulan puasa, selalu yang ditanya adalah stok berasnya ada atau tidak, bagaimana dengan daging, terus nanti kalau mudik transportasinya ada atau tidak, untuk pesawat terbang kapasitasnya berapa, kereta api berapa, yang membawa sepeda motor diberikan ruang gratis atau tidak, Menteri harus bicara apa, sampai kepada keamanan Polri harus bicara apa. Inilah yang disebut dengan agenda setting atau Government Public Relations (GPR). Jadi lebih terintegrasi dan terkoordinasi antara satu dan lainnya. Tidak lagi masing-masing individu, masing-masing kementerian, lembaga, atau lainnya. Ini juga dikaitkan dengan sosialisasi Revolusi Mental,” jelasnya.

 

 

Media Sosial

Terkait hal itu, Menkominfo Rudiantara meminta seluruh staf humas pemerintah agar memiliki akun media sosial untuk lebih aktif berkomunikasi dengan publik. Ia mengingatkan, cara atau alat media yang digunakan untuk berkomunikasi saat ini sudah jauh berubah, bukan hanya menggunakan media televisi, media cetak yang hanya satu arah tapi dua arah melalui media sosial. “Untuk itulah, petugas humas pemerintah juga perlu merubah diri sendiri,” ujar Rudiantara. Pertemuan tematis Bakohumas itu dihadiri oleh Staf Khusus Mensesneg bidang Komunikasi, AA. GN. Ari Dwipayana, Sekretaris Kemenko PMK Sugihartatmo, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Fredy H Tulung, dan pejabat dan pengelola kehumasan kementerian/lembaga. dennykamajayapranatahumas

 

 

Sumber: 
dennykamajayapranatahumas
Penulis: 
dennykamajayapranatahumas
Fotografer: 
dennykamajayapranatahumas
Editor: 
Fitra Mayarini, S.ST