Primary tabs

AQ (Adversity Quotient ) "self solution in me, in you and everyone

Selama ini kita telah mengenal berbagai macam kecerdasan, di antaranya IQ (Intellegence Quotient) yang selama ini mendominasi penilaian terhadap performa seseorang. Intellgence Quotient (IQ) adalah ukuran kemampuan intelektual, analisis, logika dan rasio seseorang. IQ berkaitan dengan keterampilan berbicara, daya bayang ruang, dan logika matematika. IQ mengukur kecepatan kita untuk mempelajari hal-hal baru, memusatkan perhatian pada aneka tugas dan latihan, menyimpan dan mengingat kembali informasi objektif, terlibat dalam proses berpikir, bekerja dengan angka, berpikir abstrak dan analitis, serta memecahkan permasalahan dan menerapkan pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Jika IQ kita tinggi, kita memiliki modal yang sangat baik untuk lulus dari semua jenis ujian dengan gemilang, dan meraih nilai yang tinggi dalam uji IQ.

Seiring berkembangnya pengetahuan, kemudian muncul EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient). Emosional Quotient (EQ) mempunyai dua arah dan dua dimensi, arah ke dalam (intrapersonal) berarti sebuah kesadaran diri (self awareness), penerimaan diri (self acceptance), hormat diri (self respect), dan penguasaan diri (self mastery) dan arah keluar (interpersonal) berarti kemampuan memahami orang (to understand others), menerima orang lain (to accept others), mempercayai orang (to trust others), dan mempengaruhi orang (to influence others).

Spiritual Quotient (SQ) intinya adalah kecerdasan dalam memberi makna dan arti hidup dari pengalaman-pengalaman yang dilalui sehingga diri pribadi mengalami ketenangan dan kedamaian hati. SQ tidak bergantung pada budaya atau nilai. Tidak mengikuti nilai-nilai yang ada, tetapi menciptakan kemungkinan untuk memiliki nilai-nilai itu sendiri. Mempertebal iman dan taqwa kita akan membangun budi dan akhlak mulia sehingga segala sesuatu yang kita lakukan semata-mata mohon perkenan dan ridho Tuhan, sehingga apa yang kita kerjakan akan terasa bermakna, nikmat, dan kita lakukan penuh dengan suka cita, tanpa keterpaksaan belaka.

Adversity merupakan kata dalam bahasa Inggris yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti kesulitan. Adversity Quotient (AQ) sendiri berarti kecerdasan untuk menghadapi kesulitan-kesulitan hidup dengan menggunakan akal pikiran, kemampuan mengolah emosi dan keimanan serta ketaqwaannya.

Rakyat Indonesia memiliki keberagaman latar belakang. Mulai dari bahasa, suku, agama, profesi, tingkat pendidikan dan sebagainya. Kebhinekaan ini dipersatukan oleh Pancasila dan berbagai perangkat negara lainnya. Namun, belakangan ini kerukunan dan keserasian bangsa Indonesia sedang mengalami masa kritis. Bangsa ini dengan mudah diprovokasi dan saling menghujat. Satu golongan merasa lebih baik dari golongan yang lainnya. Padahal, dengan keanekaragamannya-lah bangsa Indonesia mampu berdiri hingga 72 tahun ini.

Bangsa Indonesia bisa jadi mampu bertahan sejauh ini karena memiliki Sumber Daya Manusia yang unggul dengan IQ, EQ, dan SQ yang patut diacungi jempol. Namun, apabila bangsa Indonesia tidak mempunyai AQ yang baik, maka bisa jadi suatu saat nanti bangsa ini akan runtuh karena tidak mempunyai kemampuan untuk bertahan menghadapi masalah. Mungkin, sepanjang 72 tahun keberadaannya, berbagai masalah yang dihadapi bangsa Indonesia adalah salah satu hal yang sedang menjadi faktor pembentuk AQ kita agar mampu berdiri menjadi bangsa yang lebih maju.

 

http://www.kompasiana.com/cicik/iq-eq-sq-dan-aq_55000811a33311397050f9f9

http://fadhlyashary.blogspot.co.id/2012/04/pengertian-iq-eq-sq-dan-esq.html

Penulis: 
Dwi Ratna Laksitasari, S.Psi | Denny Kamajaya, S.Sos
Sumber: 
berbagai sumber

Artikel

15/03/2016 | Wuri Handayani. S.Psi
1,681 kali dilihat
22/03/2016 | Dwi Ratna Lakitasari, S.Psi.
886 kali dilihat
22/03/2016 | Denny Kamajaya. S.sos
286 kali dilihat
06/06/2016 | Dwi Ratna Laksitasari, S.Psi
177 kali dilihat
24/04/2015 | Wuri Handayani, S.Psi
177 kali dilihat