Primary tabs

AGROTERAPI UNTUK KESEHATAN MENTAL DI SAAT PANDEMI COVID 19

Wabah infeksi virus corona atau covid-19 semakin meluas dan telah menyebar lebih dari 190 negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, jumlah pasien positif covid-19 bertambah dengan cepat. Penyebaran covid-19 di  Indonesia saat ini belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Dengan adanya pandemi virus corona atau  covid-19 mampu melumpuhkan aktivitas semua kalangan masyarakat yang dilakukan di luar rumah. Masyarakat diharapkan mampu melakukan aktivitas di rumah termasuk juga bekerja dari yang di kenal dengan work from home atau WFH. Hal ini di maksudkan untuk memutus rantai penyebaran covid-19 agar tidak meluas. Namun ternyata terlalu lama di dalam rumah juga dapat menimbulkan rasa bosan, cemas, hingga stress. Selain WFH, dengan adanya pandemi covid-19 juga banyak terjadi pemutusan hubungan kerja sehinga menimbulkan penggangguran, ini juga bisa menyebabkan stress yang berkepanjangan.

Menjaga kesehatan sangat penting disaat pandemi. Bukan hanya kesehatan fisik yang perlu di perhatikan namun juga kita perlu menjaga dan memelihara kesehatan mental yang baik. Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari hari daan menghargai orang lain di sekitar.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kesehatan mental adalah keadaan sejahtera dimana setiap individu bisa mewujudkan potensi meraka sendiri. Hal ini bisa diartikan bahwa mereka dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal, dapat berfungsi secara produktif dan bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitas mereka.

Kesehatan mental adalah hal yang bersifat individual. Dengan kesehatan mental dapat diartikan bagaimana cara kita berpikir, merasakan dan bertindak. Oleh karena itu kesehatan mental sangat menentukan seseorang dapat berhubungan dengan orang lain, menangani stress dan membuat pilihan. Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain. Sebaliknya orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk. Sering kali istilah kesehatan mental secara keliru digunakan sebagai ungkapan pengganti untuk masalah kesehatan mental yang berkaitan dengan depresi, gangguan kecemasan, skizofrenia dan lain-lain. Padahal sebenarnya kesehatan mental tidak sama dengan masalah kesehatan mental. Masalah kesehatan mental adalah serangkaian kondisi yang berdampak pada kesehatan mental. Kondisi ini akan mengganggu suasana hati, perilaku, pemikiran atau cara seseorang berinteraksi dengan orang lain. Masalah kesehatan mental bisa ringan, sedang, dan berat, ditentukan seberapa jauh dampaknya terhadap fungsinya sehari hari sebagai makhluk sosial. Contoh masalah kesehatan mental adalah depresi, kecemasan, gangguan bipolar dan skizofrenia. Masalah kesehatan mental saat pendemi dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketakutan terhadap wabah, rasa terasing selama menjalani karantina, kesedihan dan kesepian karena jauh dari keluarga atau orang yang dikasihi, kecemasan akan kebutuhan hidup sehari – hari, serta kebingunan akibat informasi yang simpang siur. Hal- hal tersebut bukan hanya berdampak pada orang yang telah memilki masalah kesehatan mental namun juga bisa mempengaruhi orang yang seha secara fisik dan mental. Salah satu cara untuk membuat kesehatan mental yang baik adalah dengan agroterapi. Agroterapi adalah terapi yang menggunakan tanaman sebagai media seperti berkebun atau bercocok tanam. Telah banyak studi yang menyebutkan bahwa agroterapi memiliki manfaat untuk kesehatan baik fisik maupun mental. Sebagian besar orang beranggapan bahwa berkebun sebagai agroterapi hanya bisa dilakukan di tempat yang lebih dingin seperti daerah pegunungan, mempunyai lahan yang luas. Padahal kenyataannya agroterapi bisa dilakukan dimana pun, bahkan di rumah tanpa halaman sekalipun, selama masih tersedia tanah, pot dan persiapan yang tepat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin melihat orang-rang yang sudah usia lanjut yang sering bercocok tanam. Mereka begitu telaten dan memiliki waktu luang yang lebih banyak untuk merawat tanaman- tanamannya. Padahal tak hanya untuk orang yang usia lanjut, anak-anak dan remaja serta orang dewasapun bisa merasakan manfaat dari agroterapi. Bahkan di negara jepang, agroterapi (berkebun) telah di ajarkan di pendidikan anak usia dini. 

Agroterapi sangat bermafaat untuk kesehatan mental. Adapun manfaat dari agroterapi untuk kesehatan yang lebih baik adalah:

  1. Membantu mengatur emosi

Kegiatan yang berhubungan dengan alam ternyata terbukti dapat meningkatkan kemampuan emosi serta mengurangi gejala depresi dan gangguan kecemasan. Hal tersebut telah ditemukan didalam penelitian yang berkaitan dengan terapi yang berbasis alam seperti terapi alam liar, terapi hortikultura, dan lain lain. Apabila individu dapat mengelola emosi dengan baik maka kesehatan mentalpun baik.

      2. Memicu rasa senang dan bahagia.

Dalam agroterapi, kita diajak untuk melihat bagaimana tanaman tersebut tumbuh dari memulai kehidupannya dari biji biji kecil dalam tanah yang kita tanam. Berhati-hati dalam merawat benih hingga bibit. Menggali tanah, membuat kompos, mencoba-coba media tanam sehingga mendapatkan formula yang tepat. Merawat dan menyiram tanaman dengnan rutin, sehingga akhirnya melihat kuncup bunga yang mulai bermekaran dan menibakan kecantikannya atau memanen hasil sayur dan buah.

Ketika kita dapat melihat dan memanen hasil dari tanaman yang kita tanam sendiri, tentunya akan menyenangkan hati dan memberikan kepuasan tersendiri.

Dengan hati senang dan bahagia maka akan membangkitkan hormon hormon bahagia dalam tubuh kita, sehingga kesehatan mental kitapun akan lebih baik.

  1. Belajar menghargai alam

Agroterapi di rumah dengan halaman yang kecil dan minim tanah bukan lah menjadi penghalang kita untuk mendaikan bercocok tanam sebagai terapi tambahan. Prosesnya memang tidak mudah. Kadang kala tanaman yang kita tanam bisa mati, tidak bisa diselamatkan. Namun hal tersebut jangan membuat semangat kita surut, karena hal tersebut dapat banyak pelajaran yang bisa ambil diantaranya pelajaran tentang cara menghargai alam dan proses sabar. Selanjutnya dengan adanya sabar dan cara menghargai alam pada agroterapi akan menunjukkan hasilnya dalam memperbaiki mood dan kesehatan mental.

Berinteraksi dengan tanaman juga akan membuat seseorang merasa groundedatau menyatu dengan alam sehingga pikiran menjadi lebih fokus dan terkendali.

    2. Meningkatkan aktivitas fisik

Pada agroterapi akan ada banyak gerakan gerakan ringan yang bisa membuat tubuh kita lebih sehat. Bergerak adalah cara peling alami untuk meningkatkan hormon endorfin dalam tubuh dan mencegah penurunan mood yang menyebabkan depresi. Aktivitas sifik saat agroterapi, seperti menggali tanah, menanam benih, menyiram, dan merawat tanaman secara rutin, tentunya bukan gerakan yang ringan dan tidak sulit.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memulai agroterapi. Tips tersebut diantaranya:

  1. Mulai dengan tanaman yang mudah

Pemilihan jenis tanaman yang mudah bertahan dan tidak perlu perawatan terlalu sulit merupakan langkah awal dalam hal kita memulai agroterapi. Tanaman seperti kaktus atau lidah buaya bisa menjadi pilihan. Selanjutnya, pilihan tanaman bisa merambah ke jenis tanaman lainnya.

  1. Sesuaikan dengan ruangan yang tersedia

Ketika memilih tanaman, diharapkan disesuaikan dengan ruang atau lahan yang tersedia di sekitar rumah. Bahkan jika tidak ada area terbukapun, kita bisa menggunakan area balkon, teras, di atas meja ataupun digantung.

  1. Kenali batas diri

Jangan pernah memaksakan diri dengan “tenggelam” dalam kewajiban mengurus tanam-tanaman. Sesuaikan kemampuan diri baik secara fisik maupun mental. Apabila sudah merasa lelah, capek, lebih, bisa mengambil jeda. Ketika pikiran kita tak lagi fokus pada tanaman maka boleh juga ambil jeda. Jadi kita tidak perlu memaksakan diri untuk bercocok tanam.

Dapat disimpulkan Agroterapi merupakan terapi dengan budidaya tanaman yang memiliki manfaat yang signifikan terutama untuk kesehatan mental yang lebih baik. Agroterapi memang tidak bisa menggantikan penanganan dokter, namun dapat menjadi salah satu alternatif terapi yang bisa kita lakukan sendiri untuk memberikan getaran positif pada psikis/ mental dan fisik (jiwa dan raga).

Penulis: 
JUWITA, S. Kep., Ners
Sumber: 
berbagai sumber

Artikel

15/03/2016 | Wuri Handayani. S.Psi
22/03/2016 | Dwi Ratna Lakitasari, S.Psi.
14/12/2016 | MUSTIKAWATI, S.Kep
22/03/2016 | Denny Kamajaya. S.sos