Primary tabs

“SELAMAT HARI LANJUT USIA”

“Bersama Lansia, dari Lansia, dan untuk lansia,” merupakan tema pelaksanaan hari Lanjut usia yang baru saja diperingati tanggal 29 Mei 2016 kemarin. Tema tersebut mengisyaratkan Kita untuk selalu berbagi, dan melibatkan lanjut usia dalam berbagai sendi kehidupan.

Memiliki umur yang panjang, dalam kondisi sehat wa`alfiat, sejahtera dan bahagia, adalah dambaan semua orang. Menjalani waktu senja dengan penuh kebahagiaan dan hal-hal yang menyenangkan, adalah impian setiap insan. Karena menjadi tua, adalah proses alami yang akan dihadapi oleh semua orang. Sampai dengan saat ini, belum ada satu pun obat yang dapat menghambat pertambahan usia. Semua orang ingin memiliki usia yang panjang, dan menikmatinya dengan penuh kebahagiaan.

Dalam Undang-undang Nomor 13 tahun 1998, disebutkan bahwa Lanjut usia adalah setiap penduduk/warga negara yang telah berusia 60 tahun. Pertambahan usia, berdampak pada pengurangan/kemunduran akan kemampuan organ-organ tubuh. Seperti mengalami gejala kepikunan, merasa terabaikan, keterbatasan melakukan aktifitas,kurang pendengaran, dll.

Angka harapan hidup bagi lanjut usia saat ini, semakin tinggi. Hal tersebut dikarenakan faktor kesehatan yang semakin membaik, penurunan angka fertilitas, peningkatan gizi, dan pendidikan. Pertumbuhan jumlah lanjut usia tersebut, memerlukan perhatian semua pihak. Bagi Lanjut usia yang potensial, dengan kondisi kehidupan yang baik, mungkin hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah. Tetapi sebaliknya, bagi lanjut usia non potensial, serta dengan kondisi kehidupan yang kurang menyenangkan, maka hal tersebut harus menjadi pemikiran pihak-pihak terkait.

Lanjut Usia dengan dengan kapasitasnya sebagai penduduk senior memiliki kebijakan, kearifan serta pengalaman berharga yang dapat dijadikan teladan bagi generasi penerus dalam mengisi pembangunan. Untuk itu, Lanjut usia tidak seharusnya dijadikan obyek dalam pembangunan, sebaliknya dengan pengalaman masa lalu yang dimiliki serta keteladanannya, patutlah kalau para Lanjut usia diposisikan sebagai Subjek dalam pembangunan.

Beberapa Program Pelayanan Sosial kepada Lanjut Usia, yang telah dilaksanakan diantaranya:

  1. Pemberian bantuan dana bagi lanjut usia non potensial/terlantar, yang dikenal dengan program ASLUT, melalui rekening PT POS.
  2. Pemberian bantuan tambahan modal usaha bagi lanjut usia potensia, yang masih mampu untuk menjalankan usaha kecil-kecilan
  3. Pemberian bantuan bahan makanan bagi lanjut usia non potensial.
  4. Kegiatan pendampingan dan perawatan bagi lanjut usia  (home care), yang dilakukan oleh para petugas pendamping ke rumah-rumah lansia.
  5. Pengisian waktu luang (daycare) bagi lanjut usia yang masih potensial
  6. serta berbagai program lainnya, yang ditujukan untuk meningkatkan Kesejahteraan Sosial Lanjut usia.

Untuk menunjang program-program tersebut, Pemerintah Provinsi serta Kabupaten/Kota telah membentuk Komisi Daerah Lanjut Usia (KOMDA LU), yang bertujuan untuk memberikan masukan dan dukungan dalam pelaksanaan program-program pelayanan sosial bagi lanjut usia.

Pemerintah Provinsi baru saja mengesahkan Peraturan Daerah yang berkaitan dengan “Pelayanan Bagi Lanjut Usia,” Nomor : 05 tahun 2016. Dimana dalam Peraturan Daerah tersebut, menekankan optimalisasi pelayanan kepada Lanjut usia, di bidang:

  1. Keagamaan dan mental spiritual,
  2. Pelayanan Kesehatan,
  3. Pelayanan dan Pemberian Kesempatan Kerja,
  4. Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan,
  5. Pelayanan untuk mendapatkan Kemudahan dalam penggunaan Fasilitas, Sarana dan prasarana umum,serta
  6. Pelayanan Sosial.

Dengan adanya Peraturan Daerah Lanjut Usia tersebut, diharapkan agar pelayanan kepada para Lanjut usia semakin dapat ditingkatkan, dan tujuan kesejahteraan sosial dapat terwujud.

 Pemerintah, masyarakat, dan keluarga bertanggung jawab atas terwujudnya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia ( UU no 13/1998, psl 8). Keberadaan lanjut usia menjadi tanggung jawab semua pihak. Adanya rasa nyaman dalam keluarga, diterima oleh masyarakat serta dapat berpartisipasi dan dilibatkan dalam pembangunan, akan menjadikan Lanjut usia merasa dihargai, dan diakui keberadaannya.

Hari Lanjut Usia nasional (HLUN) dicanangkan secara resmi oleh Pemerintah di Semarang pada tanggal 29 Mei 1996. Dimana peringatan HLUN merupakan penghormatan kepada Dr KRT Radjiman Wediodiningrat atas jasanya sebagai anggota paling sepuh (tertua) Badan Penyelidik Usaha Persiapakn Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dengan kearifannya mencetuskan gagasan perlunya dasar filosofis negara Indonesia dalam memimpin sidang pertama BPUPKI tgl 29 Mei 1945.

Kini, setiap tanggal 29 Mei selalu diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di seluruh Indonesia. Perayaan tersebut tidak hanya sekedar seremonial belaka. Tetapi mengingatkan dan menyadarkan kepada Kita, betapa besarnya jasa orang tua/Lanjut Usia  yang telah membesarkan Kita dan ikut serta dalam proses pembangunan. Sehingga, adalah kewajiban bagi Kita untuk selalu mengenang jasa dan menomorsatukan mereka dalam setiap proses kehidupan.

Semua orang sangat berharap agar  pada saatnya nanti, mendapatkan kesempatan untuk menjadi Lanjut usia yang bijaksana dan dapat menikmati masa senja dengan baik. Sinergitas program serta keterpaduan semua unsur dalam proses Pelayanan Sosial kepada Lanjut Usia, akan semakin mendukung terwujudnya tujuan Kesejahteraan Sosial bagi Lanjut usia. Semoga Lanjut usia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung semakin Sejahtera, “SELAMAT HARI LANJUT USIA”.

Penulis: 
Sri Kusmala Aks.MM Kasi PCLU Dinkesos Prov.Kep. Babel
Sumber: 
Petunjuk Halun dan berbagai sumber
Tags: 
Bersama Lansia | Dari Lansia | Untuk Lansia

Artikel

23/03/2018 | http://www.indonesiamediacenter.com/2017/10/indonesia-bicara-baik-perhumas-akan.html
27/12/2017 | wired Magazine
15/03/2016 | Wuri Handayani. S.Psi
1,973 kali dilihat
22/03/2016 | Dwi Ratna Lakitasari, S.Psi.
977 kali dilihat
22/03/2016 | Denny Kamajaya. S.sos
304 kali dilihat
14/12/2016 | MUSTIKAWATI, S.Kep
190 kali dilihat
06/06/2016 | Dwi Ratna Laksitasari, S.Psi
184 kali dilihat