Primary tabs

“MIMISAN, JANGAN PANIK”

Setiap orang mungkin pernah mengalami mimisan. Orang awam biasanya beranggapan bahwa mimisan disebabkan karena kepanasan. Tidak sedikit pula yang panik ataupun khawatir saat mimisan terutama jika terjadi pada anak ataupun lansia. Namun sebenarnya perlu diketahui bahwa kejadian mimisan ini merupakan hal yang sering dijumpai di kehidupan sehari-hari dan jarang menimbulkan bahaya atau bersifat mengancam jiwa. Mimisan bukanlah suatu diagnosis penyakit, melainkan sebuah gejala yang menandakan adanya kelainan tertentu. Mimisan atau epistaksis merupakan suatu kondisi terjadinya pendarahan dari dalam hidung. Perdarahan ini biasanya terjadi beberapa detik hingga 10 menit lebih. Hal ini dapat terjadi pada siapa saja, baik orang dewasa ataupun anak-anak, dengan durasi dan penyebab yang berbeda-beda. Pada beberapa wanita, mimisan bisa terjadi pada masa pra-menstruasi, sehingga sering juga dianggap sebagai salah satu tanda PMS (Premenstrual Syndrome). Perdarahan pada mimisan dapat disebabkan karena pecahnya pembuluh darah hidung bagian depan (anterior) dan belakang (posterior). Pada mimisan karena pecahnya pembuluh darah bagian belakang, perdarahan dapat terlihat menetes di tenggorokan saat pasien diminta membuka mulut. Secara umum tidak ada gejala lain selain perdarahan hidung saat mimisan berlangsung. Namun, perlu diwaspadai jika seseorang mengalami mimisan dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu yang cukup panjang, disertai dengan gejala lain seperti adanya perdarahan pada tempat lain, demam, perubahan warna pada kulit menjadi pucat, kaki dan tangan dingin, peningkatan denyut nadi, sesak nafas, dan penurunan kesadaran. Penyebab mimisan ada dua, yaitu penyebab lokal dan kelainan sistemik. Penyebab lokal tersebut antara lain adalah trauma lokal, misalnya setelah membuang ingus terlalu keras atau setelah mengorek hidung, lalu dapat karena adanya iritasi pada mukosa hidung akibat gas atau zat kimia maupun udara panas. Selain itu, mimisan dapat terjadi karena tumor hidung atau sinus yang dapat bersifat jinak atau ganas serta keadaan pasca operasi. Penyakit sistemik yang menyebabkan terjadinya mimisan adalah hipertensi, kelainan faktor pembekuan darah, infeksi, ketidakseimbangan hormon, dan penyakit pembuluh darah lainnya. Penggunaan obat-obatan seperti kortikosteroid dan antikoagulan juga dapat menyebabkan mimisan. Perdarahan hidung juga bisa terjadi pada saat menstruasi, dan sering berulang, dikenal sebagai vicarious menstruation. Peristiwa ini terjadi karena tingginya kadar hormon estrogen di dalam aliran darah yang menyebabkan pembuluh darah tersumbat, dan akhirnya pecah dan terjadi perdarahan. Kondisi ini biasanya terjadi pada selaput lendir, di hidung, atau mata. Kondisi ini akan berhenti dengan sendirinya, setelah periode menstruasi berlalu. Tetapi ketika terjadi, perdarahan yang dialami bisa terlihat deras, dan lama.

Jika mimisan terjadi, kita tidak perlu panik. Lakukan hal-hal berikut ini untuk menghentikan pendarahan.

  • Duduk tegak, dan majukan kepala ke arah depan. (Jangan menengadahkan kepala, karena darah akan mengalir ke tenggorokan, dan masuk ke saluran pencernaan. Hal ini bisa menyebabkan iritasi saluran pencernaan, dan memicu muntah)
  • Gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk menjepit cuping hidung untuk menghentikan perdarahan.  Jangan berusaha mengeluarkan darah dari hidung dengan cara menghembuskan nafas, karena perdarahan akan bertambah berat. Jepit hidung sekurang-kurangnya 10 menit.
  • Kompres hidung dan pipi dengan es, karena suhu dingin akan menutup pembuluh darah yang terbuka, sehingga perdarahan berhenti. Biasanya perdarahan akan berhenti 10 atau paling lama 20 menit, setelah mendapatkan tekanan langsung.
  • Setelahnya, sangat disarankan menyemprot hidung dengan cairan antiseptik, atau jika tidak ada, gunakan cairan oralit. Jangan berusaha mengeluarkan darah dari hidung dengan cara menghembuskan nafas, atau memasukkan benda apapun ke dalam hidung hingga 12 jam kemudian, demi mencegah perdarahan kembali.
  • Setelah perdarahan tertangani, cobalah beristirahat 1 - 2 jam, untuk menenangkan diri.

Kita tidak dapat selalu mencegah mimisan terjadi, tetapi ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membantu menurunkan peluang mendapatkannya, diantaranya:

  • Biarkan bagian dalam hidung lembab. Kekeringan bisa menyebabkan mimisan. Gunakan kapas untuk mengoleskan lapisan tipis petroleum jelly ke dalam lubang hidung, dapat juga menggunakan salep antibiotik seperti Bacitracin atau Polysporin.
  • Gunakan semprot hidung. Menyemprotkannya ke lubang hidung membantu menjaga bagian dalam hidung tetap lembap.
  • Gunakan humidifier. Lubang hidung Anda mungkin kering karena udara di rumah Anda kering.
  • Jangan merokok. Kebiasaan merokok dapat membuat bagian dalam hidung kering dan iritasi.
  • Jangan meniup atau menggosok hidung terlalu keras. Jika anak Anda mengalami mimisan, jagalah kuku jari tangan pendek dan cegah dia mengorek hidungnya.
  • Jangan terlalu sering menggunakan obat-obatan dingin dan alergi. Ini bisa membuat hidung kering. Dalam beberapa kasus, obat-obatan tertentu dapat menyebabkan mimisan atau lebih buruk.

Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan, mimisan bukanlah suatu penyakit melainkan gejala adanya kelainan tertentu. Jangan panik jika terjadi mimisan. Dengan melakukan langkah-langkah untuk menghentikan pendarahan dengan benar maka akan mengurangi rasa panik ataupun cemas terhadap mimisan yang terjadi.

Penulis: 
JUWITA, S. Kep. Ners

Artikel

30/06/2020 | http://rivpo.id/cegah-fatherless-country-dua-ayah-indonesia-ajukan-petisi-cuti-ayah-untuk-kelahiran-anak
29/06/2020 | ensiklopedia postmodermnisme
24/12/2018 | Jurnal Kementrian Sosial RI
15/03/2016 | Wuri Handayani. S.Psi
22/03/2016 | Dwi Ratna Lakitasari, S.Psi.
14/12/2016 | MUSTIKAWATI, S.Kep
22/03/2016 | Denny Kamajaya. S.sos
05/01/2017 | Denny Kamajay. S.Sos